Brand Of Indonesia
![]()
Oleh: Fauzi Azis

Ilustrasi
INDONESIA adalah satu kata dan menjadi nama sebuah negeri yang amat indah, banyak memberikan kenangan manis bagi para pengagumnya dan tentu juga para penghuni dan pendirinya. Sebagai sebuah nama, tentu yang memberi nama punya alasan sendiri kenapa negeri ini diberi nama Indonesia dan yakinlah di balik itu semuanya pasti ada maksud mulia dengan nama tersebut.
Sama halnya orang tua memberi nama kepada anak-anaknya. Ambil contoh “Sabar”. Pasti orang tua si Sabar waktu memberi nama anak yang disayanginya punya misi besar, paling tidak si anak ini agar menjadi orang yang sabar sepanjang hidupnya.
Bahkan ada tradisi di Jawa atau bisa juga di daerah lain kalau anak sering sakit-sakitan atau katakan tidak penyabar, maka orang tuanya suka mengganti nama anaknya. Karena itu jangan percaya dengan jargon “apalah arti sebuah nama”. Nama adalah sebuah pertaruhan identitas, jati diri dan harga diri.
Makanya suka kita temukan dalam kehidupan sehari-hari ucapan dari para orang tua, para pemimpin dan para guru yang mengatakan jagalah nama besar keluargamu, jagalah nama besar negerimu baik yang bersifat spiritual maupun material dan bahkan kehancuran.
Dalam konteks keindonesiaan, maka nama negeri kita Indonesia adalah sebuah brand milik kita bersama bangsa Indonesia dan yakinlah, tidak ada di antara kita sebagai warga negara yang akan mengganti nama Indonesia dengan nama lain. Brand of Indonesia ini pesan filosofisnya sangat luar biasa.
Pertama; bangsa Indonesia memilih nama ini sebagai brand karena mengedepankan nilai-nilai ketuhanan dan keberagamaaan. Kedua; brand of Indonesia memberikan pesan, perlunya persatuan dan kesatuan. Ketiga; nama besar Indonesia kita pertaruhkan demi kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Keempat; kalau imagenya terganggu dan menimbulkan problem dalam tata kelolanya, maka sebaiknya dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat dan berkeadilan. Survey membuktikan dan kita semua wajib bersyukur kepada Tuhan bahwa Brand Of Indonesia namanya masih harum.
Harum di mata orang lain dan harum di mata kita sendiri. Mengapa tetap harum, karena kita kaya. Kaya sumber daya alam, kaya etnisnya, kaya kebudayaan dan keseniannya. Tanpa perlu GR (Gegeden Rumongso), sosok Indonesia ini banyak dicintai orang banyak, pingin kenal lebih dekat, pingin ngajak kerja sama dan bekerja bersama dan bahkan pingin tinggal bersama alias “kawin”/nikah” dengan gadis cantik yang diberi nama Indonesia.
Brand of Indonesia dewasa ini telah menjadi merek global dan diproyeksikan tahun 2025 Brand Of Indonesia akan menjadi salah satu negeri penyumbang separuh pertumbuhan ekonomi dunia bersama dengan Brasil, Rusia, Cina, India dan Korsel. Wou, luar biasa bukan! Kita bakal kaya dan makmur 14 tahun lagi.
Kalau begitu, nggak terlalu lama lagi dong menunggunya? Jawaban atas pertanyaan ini, dari segi waktu, tapi dari segi yang lain, banyak hal yang harus kita kerjakan. Pertama; tetap diperlukan “rebranding“. Tetapi tidak dalam konteks mengganti nama Indonesia dengan nama lain yang lebih gaul atau trendy. Bukan itu maksudnya. Tapi yang perlu di-rebranding antara lain adalah management of nation dan marketing of nation agar tata kelolanya sesuai dengan makna filosofis pada nama Indonesia.
Kedua; tata kembali aturan mainnya (rewriting the rules) agar kita semua yang menyandang nama besar Indonesia, bisa hidup lebih pasti, nyaman dan aman serta makmur dan sejahtera sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai moral, agama dan kemanusiaan serta keadilan.
Ketiga; tanpa pernah berfikir soq suci, soq menggurui. Sebagai orang yang sudah dewasa, matang dalam berolah fikir dan sudah bau tanah alias sudah uzur, mari secara berjamaah kita bertobat dan berjanji kepada yang paling Maha Berkuasa Tuhan YME untuk memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat. ***
