Menjaga Nama Baik dan Relasi, Kunci Sukses Dalam Kehidupan

Loading

Oleh: Soediyono

ilustrasi

ilustrasi

NAMA baik dan relasi adalah dua faktor yang sangat penting pada kehidupan setiap orang dalam pergaulan di masyarakat. Nama baik merupakan unsur utama untuk mendapatkan kredibilitas dan kehormatan dari orang lain. Sedangkan relasi merupakan jaringan interaksi di mana dapat diperoleh manfaat timbal balik yang sangat berguna, baik untuk mempertahankan maupun mengembangkan kehidupan ini. Oleh karena setiap orang apa pun profesi dan status sosialnya selalu tergantung pada pihak lain.

Nama baik tanpa dukungan relasi menjadi kurang bermanfaat, namun sebaliknya relasi yang luas tanpa dukungan nama baik juga tidak menghasilkan apa-apa. Manakala keduanya, nama baik dan relasi yang luas secara sinergis dimiliki seseorang, tidak ada alasan bagi orang itu untuk mengatakan bahwa hidupnya terabaikan. Sehingga pada saat orang itu dalam kesulitan, maka akan banyak pihak dengan senang hati membantunya. Hidup menjadi punya daya tahan dan kemampuan yang luar biasa.

Orang yang memelihara nama baik dan relasi, hidupnya seolah-olah selalu berada di atas, seakan-akan orang itu tidak pernah mengalami kesulitan. Kapan pun dan di mana pun dia berada selalu saja ada pertolongan yang datang menghampiri. Orang yang menjaga nama baik dan membina relasi, akan dikelilingi oleh relasi yang selalu siap membantu untuk meringankan beban kesulitan yang sedang dihadapi. Seolah-olah hidupnya dilindungi dengan tameng pengaman sehingga selalu memperoleh kemudahan.

Banyak orang, sangat hati-hati dalam menjaga nama baik dengan harapan supaya di masyarakat menjadi orang yang dapat dipercaya dan sekaligus dihormati oleh orang-orang sekitarnya. Menjaga relasi pun dilakukan dengan penuh pengorbanan, seperti: mengunjungi saudara-saudara, para sahabat dan rekan bisnis secara rutin. Melayani dan mengantar mereka ke berbagai tujuan saat relasi memerlukan yang tidak jarang dengan mengorbankan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Begitu yakinnya kita bahwa nama baik dan relasi dalam pergaulan di masyarakat akan banyak membantu dalam kehidupan. Begitu besar pengorbanan yang sudah kita curahkan agar menjadi orang yang dapat dipercaya dan sekaligus dihormati.

Namun pernahkan terlintas dalam benak kita, mengapa kita sanggup dengan susah payah dan dengan penuh pengorbanan menjaga nama baik dan membina relasi demi suksesnya kehidupan ini. Akan tetapi mengapa kita enggan dan kurang bersungguh-sungguh menjaga nama baik dan relasi kita kepada Sang Maha Pencipta? Padahal nama baik dan relasi kita dengan Tuhan jauh lebih penting dan lebih wajib agar kita selamat di dunia dan di akhirat.

Tuhan telah berulang kali memberi peringatan, tuntunan kepada hamba-Nya lewat para Utusannya yang telah terbabar dalam kitab-kitab suci agar manusia selamat selama di dunia sampai di akhirat. Sudahkah kita menyiapkan tempat yang suci dalam hati sanubari kita masing-masing untuk tempat menjaga relasi kita dengan Sang Maha Pencipta yang Mahasuci?
Menyiapkan tempat yang suci dalam hati sanubari adalah mutlak dilakukan secara simultan dan berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari dengan melaksanakan:

Menjaga nama baik di hadapan Allah dengan cara tidak melakukan perbuatan tercela serta tidak melanggar larangan-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari dari rumah sampai di masyarakat luas membangun budi pekerti yang luhur dengan berusaha memiliki watak ikhlas, narima, jujur, sabar.

Membangun dan menguatkan kepercayaan kepada Allah, dengan senantiasa sadar selama hidup di dunia manusia adalah hamba dan hamba harus selalu bakti kepada Allah, serta taat melaksanakan perintah-Nya.

Dengan modal dua faktor tersebut, yaitu nama baik (kredibilitas) dan menjaga hubungan dengan Allah, maka manusia akan selalu dapat merasakan perlindungan, tuntunan-Nya dalam mengarungi kehidupan di dunia ini melebihi yang didapatkan di dunia ini. Oleh karena perlu disadari bahwa nama baik manusia di dunia dan relasi dengan sesama manusia tidak abadi, yang abadi adalah hanya hubungan manusia dengan Tuhannya.

Oleh karena itu, agar hubungan kita dengan Allah selalu terjaga dengan baik, kita harus berusaha terus menjaga nama baik kita di hadapan Allah. Sejatinya kedamaian, ketenteraman dan kesejahteraan abadi hanya milik Allah. Tiada yang kuasa selain Allah. Amin. ***

CATEGORIES
TAGS