Laju IHSG Cenderung Tertekan
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada menilai perdagangan Kamis (20/11) IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah seiring aksi ambil untung para pelaku pasar dan IHSG berkeinginan menutup utang gap.
“Jelang akhir sesi, laju IHSG sempat ditarik naik namun belum cukup mampu membawanya ke zona hijau,” katanya Jumat (21/11). Laju bursa saham Asia terimbas pelemahan bursa saham AS, pelemahan nila tukar Rupiah, hingga kembalinya transaksi jual asing sehingga menambah derita IHSG.
Imbas kenaikan harga BBM yang dibarengi dengan kenaikan reaktif BI rate yang direspon positif dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking. Transaksi asing kembali tercatat nett sell (dari nett buy Rp 431,30 miliar menjadi net sell Rp 432,38 miliar).
Laju IHSG gagal mendekati di target resisten (5132-5145) dan lebih banyak di area target support (5090-5105). Utang gap 5102-5111 yang tersisa telah lunas. Tetapi, masih marak sentimen negatif dari sejumlah bursa saham global membuat laju IHSG cenderung tertekan dan masih menyimpan potensi pelemahan lanjutan.
Pertimbangan saham-saham antara lain LPKR 1050-1085. Doji star di atas middle bollinger band (MBB). RSI masih naik namun, momentum cenderung mendatar. Trading buy selama di atas 1055.
BKSL 96-115. Three white soldier lewati UBB. Stochastic bergerak naik namun, volume beli mulai berkurang. Trading sell jika 104 gagal bertahan.
LPPF 15100-15275. Piercing line di bawah UBB. Volume beli terangkat diiringi kenaikan momentum. Trading buy selama di atas 15100.
BBRI 10925-11175. Piercing line di atas MBB. Parabollic SAR mencoba berbalik naik diikuti momentum yang bergerak naik. Tading buy selama di atas 11050.
PTBA 12200-12525. Inverted hammer di bawah MBB. Volatility dan momentum bergerak naik. Trading buy selama di atas 12300.
ADRO 1020-1090. Three white soldier dekati MBB. William’s %R bergerak naik diikuti kenaikan RoC. Trading buy selama di atas 1050. (angga)
