Jangan Dibiarkan Tercerai
![]()
Laporan: Redaksi

Theresia E.E. Pardede
JAKARTA, (Tubas) – Reaksi keras masyarakat berkobar ketika ada negara lain yang mengklaim batik karya asli bangsa Indonesia. Dimana-mana terjadi penolakam dan demonstrasi merebak. Pemerintah Indonesia pun ikut memprotes lewat jalur diplomasi. Di balik reaksi itu ditemukan hikmahnya.
Anggota DPR Komisi X, Theresia E.E. Pardede saat ditemui tubasmedia.com mengatakan aksi itu memunculkan semangat nasionalisme baru dan semangat memelihara hasil karya budaya bangsa Indonesia. “Kita fight, berjuang batik identitas Indonesia. PBB melalui Unicef akhirnya mengesahkan batik milik masyarakat bangsa Indonesia yang kaya budaya dari Sabang hingga Merauke sebagai identitas bangsa. Ayo, kita lindungi bersama” pinta politisi muda Partai Demokrat itu.
Apa yang harus dilakukan? Menurut Theresia yang utama adalah mendata semua seni budaya karya anak bangsa. Selanjutnya, kejujuran dalam menghargai karya seni budaya. Jadi, ke depan harus ada upaya serius melindungi seni budaya bangsa Indonesia. Satu diantara yang banyak itu, Candi Borobudur. “Usahakan dalam muatan lokal pelajaran di sekolah diberikan pengetahuan seni budaya karya bangsa,” pintanya.
Politisi yang juga mantan artis ini mendukung program pemerintah daerah di Indonesia yang memikirkan kelestarian karya seni budaya daerah. Tari Aceh, Kain Ulos Batak, Budaya Suku Baduy, Kampoeng Betawi, Seni Ukir Jepara, Budaya Tanah Toraja, Karapan Sapi Madura, Budaya Asmat, semua memiliki nilai estetis yang banyak. “Jangan dibiarkan budaya kita tercerai berai apalagi diakui menjadi milik orang negara lain,” pinta Rere. (rudi kosasih)
