Jangan Biarkan Indonesia Diisi Barang Impor

Loading

Laporan: Redaksi

Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan (IMKAP) Kemenperin Hasbih Assidiq Syamsuddin

Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan (IMKAP) Kemenperin Hasbih Assidiq Syamsuddin

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kebutuhan kapal di pasar dalam negeri yang jumlahnya cukup besar, harusnya dilayani oleh pengusaha industri galangan kapal nasional. Potensi pasar tersebut, jangan sampai diserahkan atau jatuh ke tangan pengusaha asing.

‘’Potensi pasar yang begitu besar, jangan sampai lepas ke tangan pengusaha asing,’’ demikian Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan (IMKAP) Kemenperin Hasbih Assidiq Syamsuddin dalam diskusi dengan tubasmedia.com di kantornya, kemarin.

Bahkan Hasbih menyebut, Indonesia harus tampil menjadi komando industri galangan kapal di dalam negeri atau menjadi tuan di negeri sendiri kendati pekerjaan itu dilakukan secara kerjasama dengan perusahaan asing. ‘’Indonesia harus tampil menjadi komando,’’ tegasnya.

Pentingnya Indonesia merebut posisi komando di bidang industri galangan kapal nasional, katanya untuk mengantisipasi kebutuhan kapal di dalam negeri yang jumlahnya sangat besar, mencapai puluhan ribu unit yang dari tahun ke tahun, hingga sekarang dan akan datang, jumlahnya meningkat.

‘’Itu artinya, potensi pasar dalam negeri sangat luar biasa yang kita harus kuasai atau kita share dengan mitra kita untuk kemudian menguasai pasar dalam negeri,’’ katanya menambahkan pangsa pasar dalam negeri yang sangat besar tersebut merupakan pemicu pengembangan industri galangan kapal nasional di Indonesia, baik bangunan baru maupun reperasi.

Atas dasar itu, kata Hasbih, industri galangan kapal nasional seyogyanya menjadi lokomotif untuk industri lainnya yakni semua keterkaitan industri dalam mendukung pembuatan kapal baru maupun reperasi. Industri-industri yang dimaksud adalah permesinan (main engine, pump dan propelar), logam, konstruksi baja, elektronika untuk navigasi dan alat kontrol komunikasi, kimia terkait cat dan mebel sebagai asesoris industri kapal yang mendukung komponen produksi kapal.

Jadi, lanjutnya, bisa dibayangkan dengan menghela industri-industri lain yang dimaksud di atas sangat berdampak positif untuk membangun kekuatan ekonomi nasional terkait penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan SDM yang pada gilirannya meningkatkan stabilisasi nasional serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Bila disadari pula bahwa dengan potensi kebutuhan pasar kapal di dalam negeri yang sangat besar tersebut bisa menjado lokomotif perekonomian nasional, maka seharusnya ada tekad, baik dari pemerintah maupun pelaku bisnis perkapalan untuk berperan besar dalam memanfaatkan potensi pasar dimaksud.

Menjawab pertanyaan bagaimana cara dan langkah apa saja yang harus ditempuh Indonesia agar bisa menjadi komando, Hasbih mengatakan salah satunya adalah kita harus mampu memetakan kekuatan, baik secara teknis maupun secara manajemen dalam membangun kapal yang efisien dan berdaya saing dimana perusahaan asing yang menjadi partner dalam kerja sama harus didasarkan dengan sistem win-win solution.

Lebih lanjut menurutnya, perlu disadari bahwa kepercayaan diri, baik pemerintah maupun pelaku inustri galangan kapal dalam mengembangkan industri perkapalan perlu dipertahankan ditambah niat kita yang harus kuat dan kokoh dan jangan sampai digoyahkan oleh kekuatan apapun.

Tega

‘’Lihat tuh, betapa teganya kita membiarkan pasar lokal yang begitu besar potensinya kita biarkan diisi oleh barang-barang impor dan potensi itu diberikan kepada pelaku-pelaku industri kapal impor,’’ katanya.

Di bagian lain keterangannya dikatakan, pemerintah perlu terus melakukan koordinasi dengan stake holder baik antar instansi pemerintah maupun sektor terkait untuk bisa dengan segera mengatasi segala handycap yang mungkin terjadi melalui brain storming untuk menemukan jalan keluar.

Karena bagaiman pun juga, persoalan selalu datang dan selalu akan muncul. Karena itu, upaya pemerintah secara berkesinambungan melakukan terobosan dengan kebijakan-kebiakan yang mengarah kepada regulasi yang lebih harmoni.

Kembali kepada upaya menjadikan Indonesia sebagai komando, lanjutnya, pemerintah harus mendorong professionalisasi pengusaha industri galangan kapal baik dari segi hard skill maupun soft skill seperti kompetensi SDM, skill keteknikan dan manajerial.

Karena itu secara bertahap setiap tahunnya, IMKAPP akan melakukan penataan SDM bidang perkapalan melalui pelatihan teknis dan manajemen karena jumlahnya yang dibutuhkan sangat besar, jadi program ini harus bertahap. Di samping itu juga akan memperbaiki fasilitas produksi sesuai kemampuan.

Lebih Kuat

Terkait dengan peraturan pemerintah dalam hal ini peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), maka industri galangan dalam negeri akan menjadi lebih kuat. Pasalnya, semakin banyak pemanfaatan produksi dalam negeri, berarti produk kapal dalam negeri, maka perusahaan kapal tersebut dapat memodernisasi peralatan produksi dan sekaligus memperkuat skill SDM-nya.

‘’Hal tersebut akan berdampak positif terhadap operasional perusahaan dimana cost production (biaya produksi) menjadi semakin terhemat. Artinya, jika biaya produksi mengecil, harga jual produk menjadi lebih kompetitif dibanding produk asing.

‘’Kalau ini terjadi, maka cita-cita untuk menjadi komando akan segera terwujud,’’ tegasnya.

Strategi lain yang perlu dilakukan adalah industri komponen kapal amat penting dikembangkan karena peran komponen tidak kalah penting dan amat strategis dalam mendukung efisiensi pembangunan produk kapal baru maupun reperasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor.

Menjawab pertanyaan dikatakan bahwa peraturan yang sudah ada selama ini pada prinsipnya sudah cukup. Tapi perlu optimalisasi ditambah lagi perlunya terobosan regulasi yang lebih tajam dan lebih harmoni.

Sementara itu disebut bahwa keunggulan Indonesia dalam bidang idnustri galangan kapal adalah banyaknya tenaga-tenaga terampil dan pintar serta militan di bidang keteknikan yang bisa kita kedepankan.

Terbukti kalau ada loma olimpiade dunia di bidang matematikan misalnya, peserta dari Indonesia selalu tampil sebagai juara. ‘’Saya pikir potensi-potensi seperti ini layak dioptimalkan di dalam negeri sehingga kita bisa tampil menjadi komando di industri galangan kapal di dalam negeri,’’ katanya. (sabar)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS