Heryawan Tinjau Normalisasi Situ Pengasinan Depok
![]()
Laporan: Redaksi

TINJAU SITU PENGASINAN DEPOK - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meninjau Situ Pengasinan Depok, Selasa (6/11) siang. Setiba di situ, ia disambut dengan balas pantun dan kesenian beladiri. Acara dilanjutkan dengan menebar benih sebanyak 50.000 ekor ikan nila, ikan mas dan ikan tawes. Ia juga menyempatkan diri menaiki rakit yang ada di dalam situ, serta dilanjutkan dengan diskusi bersama petani ikan dari Unit Pelayanan Pengembangan Perikanan (UPPP) di Desa Parung Poncol dan melihat budidaya ikan gurame. (tubasmedia.com/damanik)
BANDUNG, (Tubasmedia.com) – Selasa (6/11) siang, kawasan Situ Pengasinan, Depok, tampak tak seperti biasanya. Para petani-peternak ikan berkumpul, menyambut kedatangan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Orang nomor satu di Jabar yang akrab disapa Kang Aher ini meninjau pelaksanaan normalisasi situ yang ada di Kecamatan Bojongsari itu. “Yah kita normalisasi dulu. Kalau mangkoknya mengecil dan rusak kan gak bisa tampung air, untuk itu kita normalisasi dulu biar bisa atasi banjir,” jelasnya.
Dalam upaya pencegahan banjir, program normalisasi juga bukan hanya situ, tapi juga sungai dan waduk. “Termasuk, kita akan bangun bendungan di Ciawi,” jelasnya. Dalam kesempatan itu Ahmad Heryawan menaiki rakit melihat langsung proses normalisasi, terutama beberapa pendangkalan dan timbunan di tepi situ. Bagi Pemerintah Provinsi Jabar, normalisasi situ bukan hanya untuk pencegahan banjir, tapi juga untuk pemberdayaan ekonomi. “Ini akan sangat bermanfaat bagi kelancaran migrasi, dan peternak ikan di sini,” jelasnya.
Usai menebar benih sekitar 50 ribu ikan tawes, ikan mas dan nila di Situ Pengasinan, Ahmad Heryawan kemudian mengunjungi Unit Pelayan Pengembangan Perikanan (UPP) Kota Depok di Duren Mekar yang lokasi tidak jauh dari situ. Di UPP, Gubernur Ahmad Heryawan berdialog dengan para petani pembibitan ikan air tawar, dan memberikan bantuan 50 paket indukan buat pembibitan. “Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur yang sudah memperhatikan kami. Masalah kami memang pada keterbatasan indukan,” kata Nahrowi, Ketua Kelompok Tani Duren Mekar. (damanik)
