Harga Pakan Ternak Naik

Loading

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (Tubas) – Sejumlah pengusaha ternak unggas, khususnya peternak ayam potong mengeluh, karena sejak beberapa bulan terakhir ini, harga pakan ternak unggas mengalami kenaikan cukup mencekik leher.

Para peternak yang adalah pelaku usaha kecil itu mengaku, usaha mereka terancam gulung tikar akibat tidak mampu lagi memenuhi biaya produksi, karena kenaikan pakan tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan harga unggas. Namun bagi para peternak ayam broiler khususnya di daerah Kabupaten Tasikmalaya, kenaikan harga pakan tersebut tidak begitu berpengaruh.

Pasalnya, kebanyakan peternak ayam potong di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, dilakukan dengan sistem kemitraan antara perusahaan pemilik modal dengan peternak. Hingga para peternak luput dari imbas kenaikan harga pakan karena seluruh kebutuhan dari bibit, pakan hingga obat-obatan menjadi tanggungan perusahaan.

Seperti Asep (40), salah seorang peternak di Desa Gunung Sari Kec. Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, para peternak di Kecamatan Sukaratu hampir keseluruhannya menggunakan sistem kemitraan atau plasma dengan perusahaan peternakan.

Dalam satu kali produksi dengan populasi ayam broiler 3.500 ekor, kebutuhan pakaian bisa mencapai 6 ton. Selain itu juga jenis ayam broiler tergolong cepat panen. Jika harga pasaran mencapai Rp 14.000/kg, dirinya mengaku mendapat keuntungan satu kali panen bisa mencapai Rp 10 juta, kata Asep. (hakri/dadang)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS