Guru Ngaji Mengeluh Soal Kecilnya Tunjangan
![]()

CISARUA, (tubasmedia.com) – Sejumlah pengurus RW dan guru ngaji mengeluh terkait tunjangan guru ngaji yang kecil. Seorang anggota DPRD Kabupaten Bogor, M. Romli, sependapat. Keluhan tersebut dianggap sebagai hal yang wajar.
Menurut politisi yang berasal dari PPP itu, pembagian tunjangan guru ngaji memang belum optimal dan setiap desa memiliki kebijakan yang berbeda. “Ada aspek kebijakan karena memang anggaran tidak mencukupi,” ujar mantan ketua Pansus Diniyah Kabupaten Bogor itu.
Kebijakan tersebut dilakukan karena jumlah guru ngaji di Kabupaten Bogor cukup banyak. Sementara anggaran yang dialokasikan Pemkab Bogor sangat terbatas. Namun beliau memastikan, DPRD tidak akan tinggal diam. Selama ini terus dilakukan upaya pengajuan penambahan terkait implementasi Perda Diniyah.
Pada kenyataannya, Pemdes Tugu Selatan hanya menyalurkan honor kepada 25 guru ngaji, padahal jumlah guru ngaji bisa mencapai 100 orang. (daryono)
