Siswa Belajar Tanpa Guru, Ternyata Guru Terlambat Karena Masalah Alat Transportasi
![]()
OKI, (tubasmedia.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bergerak cepat menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa SDN 1 Jungkal, Kecamatan Pampangan, berada di luar kelas tanpa kegiatan belajar mengajar lantaran guru belum hadir di sekolah.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan OKI akan memanggil enam guru yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk memberikan klarifikasi secara langsung.
Kepala Dinas Pendidikan OKI, M. Refli, mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan dari para guru terkait informasi yang beredar mengenai dugaan ketidakhadiran guru dalam proses belajar mengajar.
“Enam orang guru yang terdiri dari ASN dan PPPK sudah memberikan penjelasan melalui sambungan telepon kepada orang tua siswa,” ujar M. Refli.
Berdasarkan keterangan sementara yang diterima pihaknya, para guru membantah tidak masuk mengajar. Mereka mengaku tetap berangkat menuju sekolah, namun terkadang tiba lebih siang akibat kendala akses transportasi menuju lokasi.
Selama ini, para guru diketahui menggunakan transportasi ketek untuk menuju SDN 1 Jungkal. Namun, kondisi musim kemarau menyebabkan debit air sungai menurun sehingga akses perjalanan harus dialihkan melalui jalur darat yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
Refli menjelaskan, keenam guru tersebut berasal dari wilayah Pampangan. Jarak perjalanan menuju SDN 1 Jungkal disebut mencapai sekitar satu jam.
Guru Belum Datang
Meski demikian, Dinas Pendidikan OKI tidak ingin persoalan tersebut berhenti pada klarifikasi melalui sambungan telepon. Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, keenam guru tersebut diminta hadir langsung ke Kantor Dinas Pendidikan OKI pada Selasa (4/8).
“Kami akan mengambil langkah tegas agar para siswa tetap mendapatkan hak belajar seperti sekolah lainnya,” tegasnya.
Setelah mendengarkan keterangan secara langsung dari para guru, Dinas Pendidikan OKI akan menentukan langkah selanjutnya guna memastikan proses belajar mengajar di SDN 1 Jungkal berjalan optimal dan hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa SDN 1 Jungkal berada di luar ruang kelas tanpa aktivitas pembelajaran karena belum ada guru yang hadir.
Video tersebut memicu perhatian publik, terlebih kondisi serupa disebut telah terjadi sejak awal tahun ajaran baru 2026. Dinas Pendidikan OKI kini dituntut memastikan persoalan tersebut segera diselesaikan agar tidak kembali mengganggu proses belajar mengajar dan merugikan para siswa.(er)

