KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak ; Tidak akan Melindungi Letkol Inf Arman, Mencoreng Nama Baik TNI AD

Loading

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak akan melindungi Letkol Inf Arman, perwira menengah TNI AD yang terbukti menyewakan rumah dinasnya (rumdin) di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, hingga dijadikan markas judi online (judol).

Jenderal Maruli menyebut aksi Kasi Intel Gartap 1/Jakarta tersebut sangat memalukan dan telah mencoreng nama baik institusi TNI AD. Apalagi, Letkol Arman diduga kuat mengetahui aktivitas haram yang berlangsung di rumah dinasnya tersebut.

“Sudah ada perkembangannya. Orang yang menyewakan tempat tersebut ya kemungkinan dia tahu,” kata Maruli dalam rekaman video resmi dari Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), dikutip  Minggu (11/10/2026).

Maruli memastikan proses hukum terhadap Letkol Arman akan berjalan tegas tanpa pandang bulu.

“Enggak mungkin lah kita melindungi yang seperti itu ya. Ini justru hal yang sangat memalukan buat kami,” tegas mantan Pangkostrad tersebut.

Disewakan ke Sipil dan Digerebek

Penggerebekan markas judi online di KPAD Cijantung ini dilakukan pada Minggu (4/10/2026). Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan, sebanyak 11 orang warga sipil ditangkap dalam penggerebekan tersebut. Mereka diduga berperan sebagai operator judol.

“Sebanyak 11 orang yang diduga sebagai operator diamankan, berikut sejumlah barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 telepon seluler dan sembilan KTP,” papar Brigjen Donny, Kamis (8/10/2026).

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Letkol Arh Noor Iskak menegaskan, tindakan menyewakan rumah dinas kepada warga sipil jelas menyalahi aturan internal TNI.

“Sesuai ketentuan tidak boleh (disewakan) karena itu rumah untuk prajurit aktif. Terjadi penyalahgunaan di sini,” kata Noor Iskak.

Letkol Arman Ditahan di Pomdam Jaya

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas membenarkan bahwa saat ini Letkol Arman telah ditahan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jayakarta untuk pemeriksaan mendalam.

“Betul (ditahan). Detailnya silakan tanya ke Pomdam Jaya,” ujar Mayjen Nas.

Ia juga mengonfirmasi bahwa operasional bisnis judi online tersebut memang benar berpusat di fasilitas negara yang diperuntukkan bagi Letkol Arman.

“(Aktivitas judol) di rumah dinas yang ditempati oleh yang bersangkutan,” katanya.

Penyidik Pomdam Jaya kini tengah memeriksa Letkol Arman guna mendalami motif penyewaan aset dinas tersebut serta sejauh mana keterlibatannya dalam jaringan judi online inter-regional ini. (sabar)

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS