Benitez Dalam Tekanan Di Napoli Musim Ini
![]()

Rafael Benitez (telegraph)
UNTUK tim yang terbiasa terlihat di sekitar puncak tangga Serie A dalam beberapa tahun terakhir, Napoli kini memiliki awal yang mengecewakan untuk perjalanan mereka di musim 2014-15.
Back-to-back kemenangan di liga sebelum jeda internasional akan sedikit menurunkan tekanan kepada mereka, sebagaimana rekor tak terkalahkan mereka di Liga Eropa, tapi klub mungkin akan menghadapi krisis jika mereka kembali mengalami satu atau dua kekalahan beruntun berikutnya.
Setelah Serie A akan kembali berlangsung, manajer Rafael Benitez akan berada di bawah pengawasan ketat. Pada titik ini ia harus lebih dari sedikit khawatir tentang keamanan pekerjaannya.
Napoli saat ini duduk di posisi ketujuh dalam klasemen, sesuatu yang lebih rendah dari yang mereka harapkan setelah enam putaran. Mengkhawatirkan untuk Benitez, karena mereka harus mengejar pemimpin klasemen Juventus dengan delapan poin dan tempat kedua Roma dengan lima poin.
Klub selatan Italia tersebut mungkin tidak memulai musim dengan ambisi untuk mengalahkan Juventus dalam mengejar Scudetto, tapi mereka pasti berharap untuk member perlawanan kepada juara Serie A tiga kali tersebut lebih keras daripada yang mereka lakukan saat ini.
Finis di tempat kualifikasi Liga Champions juga akan menjadi tujuan yang sangat realistis pada awal kampanye, tapi mimpi yang akan memudar dengan sangat cepat dengan beberapa hasil buruk yang mereka dapatkan.
Mereka juga menderita setelah kalah pada penyisihan kualifikasi grup Liga Champions musim ini setelah kalah dalam dua leg dari Athletic Bilbao.
Selama empat minggu ke depan, Napoli akan memiliki jadwal yang cukup sulit di liga. Mereka akan menghadapi Inter di San Siro di minggu ke-7, kemudian dilanjutkan menjamu Verona, lawatan ke Atalanta dan menjadi tuan rumah untuk Roma.
Laga melawan Roma harus bisa menjadi momen pembuktian musim 2014-15 bagi Napoli. Kemenangan akan bisa merevitalisasi kembali kampanye mereka, sementara bila mengalami kekalahan kemungkinan besar akan membuat mereka kehilangan kontak sama sekali dengan kelompok papan atas kompetisi Serie A.
Itu mungkin merupakan semacam “D-Day” untuk Benitez, terutama jika hasil mengarah ke titik yang buruk. Bagian dari alasan kenapa Benitez berada di bawah tekanan karena ini adalah musim penuh keduanya bertugas di San Paolo.
Manajer biasanya akan diberikan kelonggaran di musim pertama mereka bertanggung jawab, sebagai direktur klub menerima bahwa mereka perlu waktu untuk membentuk tim dalam citra mereka.
Jika hasilnya tidak selalu baik dalam bulan-bulan awal kepemimpinan seorang pelatih, setidaknya harus jelas bahwa ada rencana dan sistem yang sedang dikembangkan.
Penjualan Edinson Cavani pada awal waktunya bertanggung jawab atas Napoli memastikan bahwa mantan bos Liverpool tersebut memiliki dana besar yang dapat digunakan untuk membangun skuad yang diinginkan.
Finish ditempat ketiga musim lalu adalah pencapaian yang memadai, meskipun tidak sebagus tempat kedua tahun sebelumnya. Apa pun lebih rendah dari itu kali ini tidak mungkin diterima oleh sebagian besar fans klub.
Bahkan sudah ada rumor bahwa pemain besar Napoli seperti Gonzalo Higuain tidak bahagia dengan situasi saat ini di klub dan bisa mengincar kemungkinan untuk bergerak menjauh. Kecuali ada perbaikan yang berkesinambungan dalam hasil, Benitez bisa melihat masa depannya akan di pertanyakan di klub yang dilatihnya. (Rizal Surya Pratama)
