Rupiah Masih Belum Beranjak Menguat , Seiring Penguatan US$

Loading

291214-ekbis3

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, laju nilai tukar Rupiah mengawali pekan kemarin di zona hijau. Masih berlanjutnya penguatan Rupiah seiring dengan imbas tidak langsung penguatan harga minyak mentah global.

Harga minyak mentah menguat setelah Menteri Arab Saudi, Ali Al-Naimi, mengatakan pelemahan harga minyak mentah akan berakhir dan pasar komoditas akan pulih. “Pelaku pasar pun beralih ke kontrak minyak dan sementara melepas dolar,” ungkap Reza, Senin (29/12/14).

Di sisi lain, Terapresiasinya laju Euro yang merespon pernyataan tersebut dan menguatnya kembali Rubel Rusia setelah China menawarkan bantuan dan currency swaps, turut menopang terapresiasinya Rupiah. Tidak berapa lama, laju nilai tukar Rupiah kembali melemah seiring dengan berbalik positifnya nilai US$.

“Beredarnya perkiraan akan membaiknya rilis data-data AS membuat laju US$ kembali mengalami peningkatan. Terutama untuk rilis data GDP AS yang akan diperkirakan akan meningkat,” imbuh Reza.

Di sisi lain sebaliknya, adanya ekspektasi rilis data-data ekonomi Inggris masih melambat membuat laju Pounds melemah dan merembet pada kurangnya potensi kenaikan lanjutan Rupiah. Laju nilai tukar Rupiah jelang libur Natal masih kembali melemah seiring dengan berbalik positifnya nilai US$.

Rilis positif chain store sales, redbook, house price index, new home sales, dan GDP growth rate AS memberikan sentimen positif pada nilai tukar US$. Pelaku pasar melihat kian berlanjutnya pemulihan ekonomi AS dan kondisi tersebut memberikan aura positif pada laju US$. Rp 12575-12480. (angga)

CATEGORIES
TAGS