Proyek Transjakarta Miskin Kebanggaan Nasional
![]()
Oleh: Fauzi Azis

ilustrasi
PROBLEM Jakarta semua sudah tahu, macet, banjir dan miskin ketertiban. Waktu pemerintah meluncurkan mobil murah (LCGC) dan berkualitas, sebagian dari masyarakat termasuk para politisi dan bahkan petinggi DKI Jakarta, berteriak bahwa Jakarta akan bertambah kusut. Dasar teori apa yang dipakai tidak bisa diverifikasi. Yang penting sudah njeplak ikut meramaikan kekumuhan berfikir pada tataran kebijakan dan siapa yang akan mengambil manfaat di situ dari adu njeplak di saat kegaduhan tersebut muncul, adalah hanya dunia persilatan politik murahan.
Habis itu wes ewes semua lupa. Akhirnya harus diakui bahwa proyek mobil LCGC itu dinilai positif oleh kalangan masyarakat kelas menegah dan dunia dengan hadirnya mobil LCGC tersebut. Semua happy. Yang tidak happy sekarang adalah Pemprov DKI Jakarta. Beli bus Transjakarta katanya terindikasi barbek (barang bekas), dakinya banyak karena pada bagian tertentu karatan.
Astaga, opo tumon. Lihat di fotonya bagus. Tapi begitu dilihat dari dekat, sory-sory to say kata bos romlah di sinetron “tukang bubur naik haji”, ternyata bus itu cempreng, pada goyang-goyang asesorisnya seperti gigi mau copot. Betulkah itu baru dan betulkan bus tersebut membuat nyaman dan aman bagi para penumpangnya.
Jangan sampai terjadi kalau sampai nanti para calon penumpang jahil, sopirnya diminta turun dulu untuk melihat kembali mesinnya apakah bisa berputar. Ha..ha..ha..bos romlah tertawa lebar. Maaf mas Jokowi, terus njur piye arep diapanoknya bus-bus yang sudah sampeyan tuku. Duit rupiahnya Pemprov DKI kok repot-repot sampeyan tukar dolar kanggo tuku bus impor dari China.
Padahal di dalam negeri ada yang mampu bikin. Larang sitik karo koncone dewe ora opo-opo mas, kanggo penglaris karo mbantu sedulure ben podo bisa mangan lan nyambut gawe. Sopo sing akon mas joko, kok sampeyan nganti kepencut tuku bus dari China. Penulis yang tadinya sempat ikut senang ketika mas Jokowi ngomong LCGC akan tambah macet Jakarta, sekarang malah ikut kuciwo karena melihat mas Jokowi dikadali oleh APTM-nya dan para importir dalam pengadaan bus Transjakarta dari China.
Yang jelas pengadaan bus Transjakarta dari China adalah salah satu cermin dari miskinnya kebanggaan nasional yang sekarang maaf menimpa kredibilitas dan reputasinya Gubernur DKI dan wakilnya. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa yang impor itu tidak selalu lebih baik dari buatan dalam negeri. Sekarang saatnya kita bangkitkan kembali kebanggaan kita untuk menggunakan produk dalam negeri. ***
