Kepala SDN 01 Ciawi Macan Ompong

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

CIAWI, (Tubas) – Surat imbauan kepada Kepala Sekolah SDN 01 Ciawi tanggal 10 November 2011 yang menginstruksikan kepada semua guru kelas SDN 01 Ciawi, agar mengembalikan semua tabungan anak sebelum tanggal 5 Desember 2011, ternyata mandul, bagaiman macan ompong.

Sebab, hanya guru Sri Mulwati, selaku wali kelas 4A yang membuka tabungan selama 2 bulan pada tanggal 12 November 2011, yang sudah mengembalikan semua tabungan anak-anak tanpa ada potongan serupiah pun.

Namun, tabungan anak-anak yang dipegang oleh Yayan guru kelas 5B dan Abdul Rahman guru kelas 4C, sampai berita ini naik cetak belum dikembalikan. Itu artinya surat imbauan Kepala Sekolah itu dianggap angin lalu. Tampaknya, Kepala Sekolah tidak punya wibawa sama sekali.

Sedihnya lagi, tabungan anak-anak ini dikumpulkan selama setahun tidak bisa diambil kalau belum kenaikan kelas. Dan parahnya ketika tabungan dibagikan dipotong 10% dari jumlah tabungan yang ada.

Menurut Bp. Da, anaknya punya tabungan Rp. 500.000,- namun yang dikembalikan hanya Rp 450.000. Itu artinya tabungan tersebut dipotong 10%. Niat baik kepala sekolah untuk menertibkan administrasi sekolahnya tidak didukung oleh kedua guru kelas 4C dan 5B. Sebab sudah ada imbauan dan batas waktu tapi kenyataannya tidak juga dikembalikan. Pengadaan tabungan oleh wali kelas masing-masing, ada keuntungan yang didapat berupa bunga Bank. Ketika tabungan disimpan di Bank, mereka juga dapat menggunakannya untuk kepentingan sendiri.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN 01 Ciawi Drs. Sarma ketika dikonfirmasi, menjelaskan tabungan sudah ada yang mengembalikan sesuai imbauan saya dan untuk potongan 10% itu tidak benar, sementara itu kepala dinas pendidikan Kabupaten Bogor yang dikonfirmasi tubasmedia.com di kantornya diwakili oleh Kepala Seksi TK/SD Dede Rahmat dari pendidikan Dasar Kabupaten Bogor mengatakan kalau tabungan dipotong 10% itu namanya pungli (pungutan liar) UPTK Kecamatan harus memanggil guru yang bersangkutan, setelah itu baru kami akan panggil ke Kabupaten. (dar)

CATEGORIES
TAGS