Keangkuhan Buat Parfum Rp 2,3 Miliar, Gestur DPR-RI Tidak Mewakili Rakyat
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com)-Bisa dilihat dari bahasa gestur yang dipertontonkan, DPR-RI cenderung tidak lagi mewakili rakyat secara aspiratif. Para anggota parlemen ini terkesan tak perduli atas kehidupan rakyat yang hingga kini masih termarjinalkan.
Melarat-miskin-sengsara adalah padanan kata kesempurnaan derita, namun dijadikan sebagai nada tari kegembiraan di atas keluh kesah para pemilih anggota legistalif dipatutkan bertengger di singgasana Gedung Parwakilan Rakyat di Senayan itu.
Bisa dibayangkan betapa karakter keangkuhan, secara telanjang mata telah dipertontonkan sebagai gaya kemewahan hidup.Dana hanya untuk pengadaan parfum (minyak wangi) saja, dianggarkan DPR-RI sebesar Rp 2,3 miliar. Tanpa merasa risih dana yang seharusnya sebagai hak kesejahteraan rakyat itu tapi bakal dibelanjakan parfum, oleh Sekjen DPR-RI Winantuningtyas Titi ditandatangani sebagai legitimasi persetujuan.
Selanjutnya dari data perolehan tubasmedia.com terungkap, selain dana farfum begitu fantastis, kesekjenan DPR itu juga menganggarkan biaya pemeliharaan perawatan medis dan pemberian makan binatang rusa sebesar Rp 650 juta. Juga dianggarkan biaya pemeliharaan rumah dinas Kompleks RJA Kalibata sebesar Rp 32.150.146.000 termasuk biaya pemeliharaan rumah dinas di Kompleks DPR Ulujami Permata Mediterania Pesanggrahan sebesar Rp 4.162.944.000.
Kemudian untuk pengadaan personal computer lengkap untuk kerja anggota DPR dianggarkan dana sebesar Rp 12.320.000.000 ditambah pengadaan barang elektronik yang sama untuk Setrjen DPR-RI sebesar Rp 50.256.000.000. (marto tobing)
