Ferry Koto; Rekening Masyarakat Diblokir Bank Mandiri, Mana Suara DPR, Koq Diam Saja !!!
![]()
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta tak diam, terkait pemblokiran rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
“Ini wakil rakyat @DPR_RI jangan hanya diam saja,” kata Pegiat Media Sosial, Ferry Koto dikutip dari unggahannya di X, Senin (24/8/2026).
Apalagi, kata Ferry, yang diblokir rekeningnya merupakan rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Yang diblokir rekening rakyat yang sedang ingin menyampaikan aspirasinya,” ujarnya
Ferry mengaku bingung dengan alasan pemblokiran rekening tersebut. “Apa pidananya menyampaikan aspirasi?” ungkapnya.
Dia juga meminta kepada DPR memanggil Bank Mandiri yang memblokir rekening tersebut, serta Aparat Penegak Hukum (APH) yang diklaim memerintahkan pemblokiran.
“Panggil @bankmandiri dan APH yang dimaksud. Buka dengan terang masalahnya apa,” terangnya.
Sebelumnya, Bank Mandiri telah mengklarifikasi pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Melalui holding statement, Minggu (23/8/2026), Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista membenarkan adanya pemblokiran terhadap rekening yang berisi dana donasi aksi lebih dari Rp80 juta.
“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening,” ujar Adhika.
Bentuk Tekanan
Perkara ini mencuat setelah Botok mengeluhkan pemblokiran rekening Bank Mandiri miliknya saat dirinya berada di Jakarta untuk mengikuti aksi AMPB di depan Gedung DPR RI.
Rekening dengan saldo sekitar Rp80,9 juta itu berisi dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan operasional peserta aksi.
Botok menyebut pemblokiran terjadi bersamaan dengan terganggunya sejumlah akun media sosial miliknya dan rekan-rekan. Terhambatnya akses dana disebut berdampak pada kebutuhan logistik dan akomodasi massa asal Pati di Jakarta.
Akibatnya, peserta aksi mengandalkan bantuan pangan dari masyarakat dan jaringan pendukung di Jakarta, Bogor dan Tangerang.
Botok menilai hal ini sebagai bentuk tekanan. Namun ia menegaskan massa AMPB datang untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, aman, dan damai. AMPB juga tidak berencana bermalam atau berkemah di sekitar DPR dan akan mengikuti batas waktu penyampaian pendapat. (sabar)

