Enam Galangan Kapal Baru Akan Tambah di Jatim

Loading

Laporan: Redaksi

Budi Darmadi

DUDUK DI ANAK TANGGA – Sembari duduk di anak tangga Kementerian Perindustrian, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Budi Darmadi menjawab pertanyaan wartawan, usai Budi membuka pameran di Gedung Kemenperin, Selasa 25/09/12 (tubasmedia.com/sabar hutasoit)

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Industri perminyakan dan kargo setahun terakhir meningkatkan permintaan kapal angkut dengan bobot 3.500 ton. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat momentum ini dapat dimanfaatkan sektor perkapalan Tanah Air yang akan mendapatkan tambahan enam galangan kapal baru di Jawa Timur dan Banten.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi memperkirakan, kebutuhan investasi untuk pembangunan galangan kapal baru itu diperkirakan menelan biaya Rp 1,2 triliun.

“Di Lamongan ada tiga dengan investasi sebesar Rp 600 miliar, Banten juga tiga dengan investasi kira-kira Rp 800 miliar,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/9).

Kebutuhan tersebut dimungkinkan bertambah tahun depan. Sebab, pengelola galangan membutuhkan tambahan alat seperti crane dan pemotong baja. “Investasi itu bisa sampai Rp 500 miliar lagi, pelan-pelan, tidak kuat duitnya. Alat-alat untuk perbaikan dan pembuatan kapal itu mahal biayanya, apalagi crane mayoritas masih impor,” katanya.

Keenam galangan itu bakal diproyeksikan untuk pengelolaan kapal sebesar 50.000 ton. Selain galangan baru, Kemenperin menyatakan ada revitalisasi galangan lama seperti di Lampung dan Makasar.

Kemenperin berharap galangan baru bisa bertambah tidak secara kuantitas saja, namun juga kualitas. Budi menilai Indonesia masih tertinggal di industri perkapalan lantaran semua fungsi perawatan dan produksi dibebankan pada masing-masing galangan.

“Di Indonesia bikin kapal butuh waktu 1,5 tahun. Di luar negeri bisa mencapai 8 bulan. Kenapa cepat, karena galangan hanya menjadi lokasi perakitan, idealnya memang rangka dan kelengkapan diproduksi di tempat lain. Pelaku industri kita sedang belajar ke arah sana,” jelasnya.

Indonesia memiliki total 200 galangan kapal. Hanya Batam yang memiliki kemampuan merawat kapal berbobot lebih dari 150 ribu ton. (sabar)

CATEGORIES
TAGS