Dokter di NTT Kewalahan Hingga Jatuh Sakit Melayani Korban Gempa Sementara Prabowo Asyik di Jakarta Menghadiri Resepsi Pernikahan

Loading

 

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kondisi Dokter Melinda yang bertugas di Puskesmas Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai perhatian setelah dirinya jatuh sakit di tengah tugas pelayanan masyarakat.

Dokter Melinda diketahui harus mendapatkan perawatan setelah menjalankan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa.

Dalam video yang beredar, ia terlihat masih dalam kondisi lemah dan mendapatkan perawatan menggunakan infus. Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Pegiat Medsos, Herwin Sudikta.

Ia menyentil beratnya beban yang harus ditanggung seorang dokter ketika fasilitas kesehatan dan tenaga medis di wilayah tersebut sangat terbatas.

“Setdah, 17 ribu jiwa di wilayah kerja Puskesmas Dampek cuma punya satu dokter,” ujar Herwin, Senin (24/8/2026).

Herwin menggambarkan kondisi pelayanan kesehatan di Dampek yang menurutnya sangat memprihatinkan.

Selain keterbatasan tenaga medis, fasilitas kesehatan di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan akibat gempa. Persediaan obat dan peralatan medis disebut masih minim.

“Bangunan puskesmas udah roboh. Obat dan alat medis minim banget,” katanya.

Kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut.

“Jalan putus. Listrik mati. Dia kerja sendirian, hampir collapse, sampe akhirnya minta tolong biar viral biar ada dokter lain yang datang bantu,” lanjut Herwin.

Prabowo Hadiri Pesta Pernikahan

Di tengah kondisi tersebut, Herwin kemudian membandingkan situasi tenaga kesehatan dan masyarakat di NTT dengan aktivitas pejabat pemerintah di Jakarta.

Ia menyinggung Presiden Prabowo Subianto yang pada saat bersamaan menghadiri acara pernikahan sekretaris pribadinya.

“Sementara di Jakarta, Presiden lagi sibuk jadi saksi pernikahan sesprinya. Makan, senyum, foto bareng pejabat,” Herwin menuturkan.

Ia pun menyampaikan kritik dengan bahasa satir mengenai kesenjangan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.

“Rakyat NTT lagi nahan sakit, sementara pejabat lagi nahan perut yang kekenyangan supaya tetep fotogenik,” tandasnya.

Dalam video yang beredar, Dokter Melinda menyampaikan bahwa dirinya masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi tubuh. Meski tengah menjalani perawatan, ia tetap menyampaikan kondisi pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Menurutnya, jumlah masyarakat yang harus dilayani mencapai sekitar 17 ribu orang. Sementara tenaga dokter yang tersedia sangat terbatas.

“Saya tetap membutuhkan tenaga dokter, perawat, apoteker untuk masyarakat Lamba Leda Utara. Karena di sini saya sendiri melayani warga Lamba Leda Utara, kurang lebih ada 17.000 orang,” kata Melinda.

Ia pun meminta Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera menambah tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tidak bertumpu pada satu dokter.

Dokter Melinda mengapresiasi tenaga kesehatan yang sempat datang membantu pelayanan di Dampek. Namun, tenaga kesehatan yang diperbantukan tersebut memiliki masa tugas tertentu dan akan kembali ke tempat asalnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah segera menyiapkan tenaga pengganti sebelum para tenaga kesehatan bantuan meninggalkan wilayah tersebut.

Dengan begitu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lamba Leda Utara tetap dapat berjalan meski kondisi pascabencana masih membutuhkan perhatian.

Selain persoalan sumber daya manusia, kondisi fasilitas kesehatan juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Puskesmas Dampek mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT.

Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan masyarakat harus dilakukan dengan keterbatasan fasilitas. Dokter Melinda berharap pembangunan kembali puskesmas dapat segera dilakukan setelah masa tanggap darurat bencana berakhir.

Dokter Melinda juga mengingatkan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi tenaga kesehatan yang masih bertugas di wilayah terdampak. Baginya, kondisi fisik tenaga medis perlu dijaga agar mereka mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat. Ia secara khusus meminta pemerintah memperhatikan ketersediaan makanan, logistik, hingga obat-obatan.

“Harapan saya pemerintah memperhatikan makanan untuk tenaga kesehatan supaya kami tidak mengalami drop. Kemudian, logistik dan obat-obatan di Dampek, Kecamatan Lambereda Utara, perlu ditambah,” tegasnya. (sabar)

 

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS