Program LCGC Pengaruhi Pertumbuhan Ekspor Mobil

Loading

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan produksi mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) akan mempengaruhi pertumbuhan ekspor mobil nasional hingga mencapai 20% dari saat ini baru 13% dari total produksi.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan, kalau kegiatan produksi mobil LCGC akan memberi peningkatan kepada sektor industri, khususnya di bidang industri otomotif.

“Produksi LCGC akan berpengaruh pada industri otomotif dan juga industri komponen lainnya, baik tier satu, dua dan tiga,” kata Budi ketika ditemui di Gedung Kemenperin, Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, target awal dari pemerintah untuk ekspor mobil nasional mencapai 13%. Angka tersebut diprediksi bisa tumbuh hingga 20% di tahun ini karena adanya program mobil murah dan ramah lingkungan.

Selain itu, dengan adanya pemberian insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) hingga sebesar 100%, jikalau produsen mobil terus mendorong untuk memproduksi mobil LCGC, maka teknologi yang dikembangkan juga akan terus dibatasi.

“Program ini juga tidak menghilangkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang memberi pengaruh bagi penyerapan anggaran. Program LCGC murni untuk memberi rangsangan bagi industri otomotif dalam negeri,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jikalau komponen industri nasional mengalami peningkatan maka efeknya memberi pengaruh kemajuan industri otomotif di dalam negeri. (sabar)

TAGS