Wartawan Solo: TNI Harusnya Melindungi Rakyat…

Loading

2317565.jpg2

SOLO, (tubasmedia.com) – Ratusan wartawan media cetak dan elektronik yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Solo melakukan aksi damai di Bundaran Gladak Solo, mengecam tindakan oknum TNI AU yang melakukan kekerasan terhadap dua wartawan Medan.

Komunitas Wartawan Solo menyatakan prihatin adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI AU terhadap dua wartawan di Medan, Sumatera Utara. Mereka pun menuntut Panglima TNI untuk menghukum pelakunya sesuai proses hukum yang berlaku.

Para awak media di Solo itu, selain melakukan orasi, mereka juga menggelar sejumlah poster, antara lain bertuliskan, “Stop Aniaya Wartawan”, “Pecat Preman Berkedok Tentara”, Penganiayaan Wartawan = Musuh Pers”, dan “Kerja Jurnalis Dilindungi Undang-Undang Pers”.

Sri Hartanto alias Gondes, Koordinator aksi dalam orasinya mengatakan oknum anggota TNI AU yang melakukan penganiayaan terhadap dua wartawan di Medan merupakan tindakan arogan yang tidak perlu dilakukan.

Menurut Hartanto, anggota TNI seharusnya melindungi masyarakat bukan melakukan menganiayaan, apalagi terhadap wartawan yang sedang bekerja melakukan peliputan di lokasi.

“Tentara digembleng dan dididik untuk melindungi masyarakat, dan menjaga kedaulatan NKRI bukan untuk menganiaya rakyatnya,” kata Hartanto lagi.

Menurut dia, pihaknya mendesak pimpinan TNI untuk mengusut tuntas oknum tentara yang melakukan tindak kekerasan terhadap dua wartawan di Medan itu.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi karena kami tahu TNI harus melindungi rakyat,” tambahnya.

Diketahui, dua wartawan Medan yakni Array Argus dan Andri Safrin menjadi korban keberingasan personel TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo Medan.

Kedua wartawan yang meliput aksi massa warga Sarirejo mempertahankan tanah mereka akan dijadikan rusunawa itu, kemudian diserang anggota TNI AU sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. (red)

CATEGORIES
TAGS