Selesai, Hambatan Investasi di Komplek Industri

Loading

Laporan: Redaksi

Menteri Perindustrian M.S Hidayat

Menteri Perindustrian M.S Hidayat

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Sudah bisa diselesaikan persoalan lahan yang menghambat realisasi investasi Honam Petrochemical Corporation. Pemerintah mentargetkan komplek industri yang akan menghasilkan propilena dan etilena itu bisa berproduksi pada 2016.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat menyatakan persoalan lahan yang menghambat investasi dari Honam Petrochemical Corporation sudah bisa terselesaikan. Adapun lahan yang akan digunakan merupakan milik anak perusahaan dari PT Krakatau Steel. “Sekarang tinggal perundingan business to business (B to B), harga, dan sebagainya,” kata Hidayat di kantornya. akhir pekan lalu.

Setahun lebih pemerintah menanti keputusan dari Krakatau Steel terkait lahan itu. Pihak Krakatau Steel beralasan masih ada masalah internal yang harus diselesaikan. Kini, lanjut Hidayat, pihak Krakatau Steel sudah melapor secara resmi kepada Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto bahwa persoalan lahan sudah selesai. “Lahan yang diperolah 55 hektar, meski sebelumnya yang diminta lebih dari itu,” tambahnya.

Awalnya, pemerintah menargetkan masalah lahan bisa selesai pada kuartal I tahun ini. Proses konstruksi bisa dilakukan sebelum akhir tahn. Namun, lantaran masalah lahan baru selesai saat ini, kemungkinan proses konstruksi baru bisa dilakukan pada awal 2014.“Biasanya dibutuhkan waktu dua tahun sehingga pada 2016 bisa beroperasi pabriknya. Sekarang masalah lahan selesai, tinggal business to business saja. ” kata Hidayat

Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Tony Tanduk mengatakan dari sekitar 90 hektar -100 hektar lahan yang diinginkan, sudah diperoleh sekitar 55 hektar. “Dari PT Krakatau Steel sudah setuju. Ini diselesaikan melalui rapat umum pemegang saham (RUPA),” kata Tony. (red/sis)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS