Perkuat Industri Galangan Kapal, Kemenperin Cetak Talenta Andal
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mengakselerasi pengembangan industri perkapalan dalam negeri agar semakin berkembang dan berdaya saing global. Sektor industri perkapalan memiliki peranan yang penting dalam mendukung penguatan sistem logistik nasional dan konektivitas maritim di Indonesia.
“Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi laut yang besar, sehingga kebutuhan untuk kapal dan armada laut masih cukup tinggi, dan tentu saja juga membutuhkan dukungan tenaga kerja industri yang kompeten dan terampil dalam menopang kinerja industri perkapalan di tanah air,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/8).
Menurut Menperin, salah satu daerah Indonesia yang memiliki peluang besar di bidang industri maritim dan perkapalan adalah Provinsi Jawa Timur karena telah tersedia pelabuhan besar, infrastruktur logistik, serta konsentrasi perusahaan industri perkapalan dan manufaktur penunjangnya.
“Hal ini tentunya menjadikan kebutuhan terhadap tenaga kerja industri kompeten dan siap pakai di Jawa Timur menjadi sangat mendesak, tidak hanya dalam jumlah tetapi juga dari sisi kompetensi yang memenuhi standar industri,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja di sektor industri.
“Termasuk untuk menjawab tantangan dalam menyediakan SDM kompeten di industri perkapalan, khususnya di wilayah Jawa Timur,” ujar Kepala BPSDMI Masrokhan.
Pada Selasa (5/8) kemarin, BPSDMI Kemenperin membuka Pelatihan Vokasi Industri Upskilling Sektor Industri Perkapalan di Surabaya, Jawa Timur yang bekerja sama dengan PT PUSDIKLAT PAL Tekno serta Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) sebagai mitra industri dan asosiasi industri Kemenperin. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja industri pada sektor industri perkapalan terutama di galangan kapal sehingga membuat proses pekerjaan lebih efektif dan efisien dan akan meningkatkan produktivitas galangan kapal. (sabar)
