Mulai 2014 UN SD Dihapus
![]()
Laporan: Redaksi

ilustrasi
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar mulai tahun depan akan dihapus. Kebijakan itu sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaa No.102 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ujian Sekolah Dasar/Madrasah pada SD/MI/SDLB/Paket A/ULA.
“Tahun ini ditetapkan sudah tidak ada lagi namanya ujian nasional untuk SD.Sebagai gantinya akan diselenggarakan Ujian Sekolah Dasar, kalau Madrasah Ibtidayah ya namanya Ujian Madrasah,” kata Kasudin Pendidikan Dasar Jakarta Pusat Sujadiyono, pekan lalu.
Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) sebagai salah satu acuan untuk menentukan kelulusan siswa, pemetaan mutu sistem pendidikan, pembinaan siswa dan dasar seleksi masuk SMP atau Madrasah Tsanawiyah. “Bedanya UN dengan US (Ujian Sekolah), sekarang masing-masing daerah diberi otonomi khusus dalam membuat soal, termasuk juga dalam hal pengadaan dan pendistribusian soal. Ini sebagai antisipasi kekacauan distribusi soal seperti kasus yang pernah terjadi,” jelas pria yang pernah menjadi Kepala Sekolah SDN Menteng 02 (SD Obama) ini.
Menurut Sujadiyono dengan sistem ujian sekolah, siswa SD akan diuji dalam tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Riciannya sebanyak 25 persen soal dikirim dari pusat, sisanya 75 persen akan dibuat oleh provinsi. Selebihnya di luar ketiga mata pelajaran tersebut, sekolah masing-masing yang akan membuat soalnya.
“Untuk pemetaan mutu, tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, IPA, Matematika sebanyak 25 % soal dari pusat, sisanya provinsi yang membuat soal. Ketiga mata pelajaran ini juga yang akan dipakai untuk masuk seleksi SMP,” ungkap Sujadiyono.
Meski dijadikan acuan masuk SMP, namun kelulusan siswa tidak serta merta hanya dinilai dari Ujian Sekolah tersebut. Prestasi siswa selama enam tahun belajar juga akan dijadikan bahan pertimbangan untuk meluluskan siswa. “Syarat kelulusan siswa SD yang menentukan nanti sekolah. Selain lulus US, syarat nilai minimal baik di rapot dari kelas 1 sampai kelas 6 menjadi pertimbangan juga,” katanya. (sis)
