Mantan Presiden BJ Habibie Dukung UMKM

Loading

BJ_Habibie

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sejak didirikan pada 15 tahun lalu, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) hingga akhir 2014 telah memiliki jaringan 706 Kantor layanan yang melayani para pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) pada 2.865 Kecamatan di seluruh Indonesia.

Sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya dan yang membedakan PNM dengan lembaga pembiayaan lainnya, selalu memadukan antara layanan Jasa Pembiayaan dan Jasa Manajemen secara terintegrasi guna memberikan nilai tambah dalam melaksanakan aktifitas pemberdayaan dan pengembangan Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil.

Layanan Jasa Manajemen ini salah satunya dikemas dalam Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi UMK. Guna menambah nilai dan arti kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PNM dan menyambut tahun kinerja 2015 PNM mengundang perwakilan nasabah dari seluruh kantor cabang perwakilan PNM di Indonesia untuk hadir dalam acara “Temu Nasional UMK Nasabah ULaMM PNM” yang diadakan di Perpusatakaan Habibie & Ainun. Turut hadir pula Presiden Republik Indonesia Ke-III Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie.

Presiden Republik Indonesia Ke-III Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan salah satu pencetus berdirinya PNM pada tahun 1999. Pertemuan ini sekaligus sebagai pencanangan dimulainya program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) pada tahun 2015. Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sepanjang 2014 (Januari-Desember) telah berhasil melaksanakan total pelatihan bagi UMK sebanyak 337 kali Pelatihan yang melibatkan 15.381 pelaku Usaha Mikro dan Kecil nasabah ULaMM PNM.

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan, pada tahun 2015 PNM akan lebih menggalakkan unit PKU sehingga nasabah mikro dan kecil semakin terasah dan mampu menjadi pengusaha yang tangguh serta mandiri. Ini sesuai dengan komitmen PNM untuk memberikan solusi yang menyeluruh dan terpadu bagi nasabahnya.

“Pembentukkan unit Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) merupakan reaktualisasi dan revitalisasi dari aktifitas jasa manajemen PNM bagi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM) dan Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S), di samping jasa pembiayaan termasuk kredit program,” jelasnya.

Aktifitas Jasa Manajemen adalah dukungan non financial dalam rangka pengembangan usaha bagi UMKMK dan LKM/S yang telah PNM berikan sejak awal berdiri di tahun 1999. Lebih lanjut Parman mengatakan, PNM berkeyakinan bahwa nasabah UMK tidak cukup hanya diberikan pembiayaan tetapi harus disertai pembinaan.

Pembinaan yang diberikan sebelum pembiayaan dan setelah mendapatkan pembiayaan. Pemberian motivasi oleh pemerhati UMKM seperti ini akan semakin menambah semangat untuk terus berusaha dan berkarya, “Apalagi tidak setiap saat semua orang dapat bertemu dengan Presiden ke-III Republik Indonesia dan mendapatkan pengarahan serta motivasi langsung.

Nasabah yang hadir disini merupakan nasabah ULaMM terbaik dari tiap cabang PNM. Semoga mereka semakin termotivasi dan dapat membawa semangat serta pesan yang diberikan langsung oleh Bapak Habibie ke daerah asal. Nasabah ULaMM yang lain juga memiliki kesempatan yang terbuka untuk bisa hadir disini asalkan mereka giat dan tekun untuk membangun usaha mikro kecil menengah,” ungkap Parman.

“Pada tahun 1999 di tengah derasnya krisis ekonomi dari segala sisi, justru UMKM yang mampu bertahan. UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian. Siapa pun pemimpinnya, siapapun presidennya PNM harus tetap ada jangan dibubarkan,” ungkap Presiden ke III Bapak B.J. Habibie.

Sepanjang tahun 2014, PNM mencatatkan peningkatan pembiayaan (OS) di seluruh Indonesia. Total pembiayaan yang telah PNM salurkan bagi UMK nasabah ULaMM berjumlah Rp 3,748 triliun atau tumbuh sebesar 17,4% dibanding tahun 2013. Pencapaian ini sesuai dengan target perusahaan untuk tahun 2014.

Total penerima manfaat pelaku usaha meningkat sebesar 10,5% dari tahun 2013 sebanyak 72.896 nasabah menjadi 80.590 di tahun 2014. Kredit bermasalah (non performing loan / NPL) berhasil dijaga di 2,84%. (angga)

TAGS