KPK Sangat Dibutuhkan

Loading

Oleh : Apul D Maharadja

KPK

KPK

DALAM keadaan sekarang ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih sangat dibutuhkan untuk melakukan pemberantasan korupsi yang sudah mengakar di negara ini. Sangat disayangkan bahwa sempat terjadi pro kontra tentang keberadaan lembaga superbody tersebut. Bahkan, KPK hampir setiap kali mengalami pelemahan dalam proses perkembangannya yang baru seumur jagung itu.

Kita masih ingat bagaimana Presiden “menjual” pemberantasan korupsi sebagai bahan kampanye, lalu secara kontradiktif Ketua DPR yang berasal dari partai berkuasa mewacanakan pembubaran KPK. Suatu hal yang sebenarnya sangat ironis. Memang jauh sebelumnya juga pelemahan KPK sudah “dirancang” beberapa kali sehingga KPK yang baru mulai aktif pun sudah dilemahkan.

Presiden sendiri pernah mengingatkan supaya KPK berhati-hati karena lembaga itu sudah merupakan powerholder yang luar biasa, semacam superody. Di balik itu tersirat suatu peringatan supaya jangan mentang-mentang. Dan pada kesempatan lain KPK memang dibiarkan dilemahkan sebagai ibaratnya hanya cicak bila dibandingkan dengan penegak hukum yang setara dengan buaya.

Pernah juga KPK “ditakut-takuti” bahwa kalau ada kesalahan di KPK, apalagi kalau terlibat tindak korupsi, maka yang malu bukan hanya KPK tapi seluruh rakyat Indonesia. Dalam berbagai kasus korupsi yang terindikasi ditemukan KPK di DPR, tampaknya pihak DPR juga berkali-kali memasang kuda-kuda untuk menekan KPK. Dua pimpinan KPK pernah dituding menerima suap, tapi kemudian hal itu tidak terbukti.

Saat ini ketika KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin, maka ada isu yang dikemas lebih canggih untuk menghantam KPK. Salah seorang pimpinannya diduga bertemu dengan Nazaruddin, dengan anggapan pertemuan itu merupakan pertanda menerima suap.

Sayang, rekayasa dan cara pikir itu salah nalar, seolah-olah bertemu berarti menerima suap. Kasus ini berkembang terus hingga terimbas sampai ke mafia anggaran. Sebab itu, DPR juga makin sengit lagi menekan KPK. Jadi, upaya melemahkan posisi KPK, berlangsung secara terus-menerus.

Hal itu tidak mengherankan juga karena banyak pihak yang berkepentingan agar KPK dibubarkan. Yang jelas para koruptor tidak akan bisa tidur nyenyak selama KPK berkibar terus. Apalagi para koruptor itu mempunyai dana besar untuk merekayasa pelemahan KPK. Mungkin jauh lebih besar daripada anggaran yang disediakan pemerintah bagi KPK. Apalagi kalau para koruptor itu sekongkol mau membubarkan, atau bahkan menghancurkan KPK.

Tetapi kita yakin KPK tidak semudah itu dibubarkan. Posisi harus diperkuat dengan berdasarkan undang-undang. Karena kalau para pimpinan dan anggotanya terpilih dari putra-putri terbaik negeri ini dan mereka memiliki integritas pribadi yang tinggi, maka rakyat boleh berharap bahwa KPK memang patut diandalkan untuk memberantas korupsi di negeri ini.

Pada sisi lain, KPK diharapkan kuat, bersih dan dominan menghadapi serangan balik koruptor. Jangan pernah menjadi lemah, tapi tegas dan lugas terus mengungkap berbagai korupsi sampai yang besar-besar sehingga rakyat tetap punya dasar untuk mendukung KPK.

Lembaga itu harus tetap eksis dan kuat kalau kita benar-benar mau memberantas korupsi secara konsekuan dan kosisten. Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mencanangkan dirinya berada paling depan dalam pemberantasan korupsi, maka sangat diharapkan agar konsisten memberantas korupsi di negeri ini dengan mendukung KPK sebagai badan yang sangat berperan dalam memberantas korupsi, tentu bersama dengan lempaga penegak hukum yang sudah ada. ***

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS