Karaoke dan Tari Poco-poco Bisa Mengobati Rematik

Loading

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Tahukah anda bahwa penderita artritis rematoid atau yang dikenal awam sebagai penyakit rematik, bisa diobati dengan terapi musik? Ternyata bisa. Sehingga, bagi anda yang sering berkaraoke dan menari poco-poco, secara tidak sadar dapat mengobati penyakit sendi yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup itu.

Artritis rematoid atau rematik adalah penyakit otoimun yang progresif, sistemik (melibatkan organ dan sistem tubuh), ditandai dengan peradangan kronis pada sendi, sehingga terasa nyeri dan kaku. Sendi yang terkena bisa pada tangan, kaki, dada dan rahang. Sering kambuh pada saat perubahan cuaca dari panas ke dingin. Peradangan bisa membuat sendi menjadi bengkak, kemerahan. Gejala sistemik yang menyertai, antara lain demam, nafsu makan turun, kelelahan, anemia dan depresi.

Menurut Dr Andry Reza Rahmadi, spesialis ahli penyakit dalam, ada sejumlah faktor penyebab rematik atau artritis rematoid. Antara lain faktor keturunan, pemanasan global dan konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.

Orang awam sering menganggap artritis rematoid atau rematik ini sebagai penyakit asam urat. Padahal, menurut Dr Andry, penyakit sendi ada 100 jenis, salah satunya adalah rematik tadi. Penyakit ini diderita banyak orang, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Perempuan jauh lebih banyak menderita penyakit ini dari pada laki-laki dengan perbandingan 4 : 1.

Hal ini disebabkan perempuan memiliki hormon estrogen yang bila berinteraksi dengan faktor risiko lain, dapat mengubah sistem imunitas berbalik menyerang tubuh menjadi penyakit otoimun, seperti rematik dan lupus.

Gejala artritis rematoid sebaiknya dikenali sejak dini, karena apabila sudah sempat parah dapat mengakibatkan cacat karena kerusakan sendi tidak mudah diperbaiki seperti semula. “Pola hidup sehat, bisa membantu mencegah penyakit rematik ini,” kata Dr Andry dalam jumpa pers memperingati Hari Rematik Sedunia 2013 di Jakarta, baru-baru ini.

Terapi Musik

Tetapi bagi penderita gejala rematik tidak perlu merasa khawatir. Ternyata penyakit ini bisa diobati dengan terapi musik. Pendiri Institut Musik Daya Indonesia, Tjut Nyak Deviana Daudsjah mengatakan, salah satu cara pengobatan yang ditawarkan untuk menyembuhkan artritis rematoid adalah terapi musik.

Menurut Tjut Deviana, frekuensi musik tertentu bisa membantu penyembuhan rematik. Waktu penyembuhan tergantung dari individu dan stadium penyakit. Bentuk terapi tidak hanya mendengarkan musik, tetapi juga metode kreatif aktif. Misalnya, membuat lirik lagu dan menyanyi bersama, serta bisa juga sambil berdansa atau menari.

Mengutip penjelasan Dr Andry bahwa yang terbanyak menderita penyakit artritis rematoid adalah perempuan, maka ada baiknya kaum perempuan, sering berkaraoke atau menyanyi bersama.

Bagi mereka yang sudah mengetahui pengobatan rematik dengan terapi musik ini, tidak heran dalam pesta-pesta atau perhelatan tertentu yang dimeriahkan dengan instrumen musik, kaum perempuan langsung bangkit berdansa-dansa atau menari poco-poco. Kaum laki-laki juga ada baiknya sering berkaraoke dan tari poco-poco atau sajojo untuk melawan penyakit rematik. (anthon)

CATEGORIES
TAGS