Indonesia Kembangkan Industri Software Ponsel

Loading

IMG_6175.jpgGGGGGGGG

JAKARTA, (tubasmedia.com)   – Direktur Industri Elektonika dan Telematika, Ditjen ILMETA, Kemenperin, Rodjih Almanshoer yakin, Indonesia akan tampil sebagai negara produsen software ponsel.

Hal itu dikatakan Rodjih kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin. Menurutnya, dengan tampilnya Indonesia sebagai negara produsen software, yang berkembang tidak hanya industri ponsel tapi akan dapat mendukung industri-industri lainnya.

Khusus dengan ponsel lanjutnya, jika industri software berkembang di Indonesia, konsumen akan dapat menikmati berbagai vitur pada handphone (HP) masing-masing dan semakin memudahkan penggunaan HP.

‘’Bisa dinikmati beragam game dan conten-conten lainnya dan harganya akan semakin bersaing. Intinya, dengan berkembangnya industri software, akan semakin mempermudah konsumen mendapatkan HP yang beragam contennya dengan harga yang semakin bersaing pula,’’ katanya.

Saat ini menurutnya, di Indonesia baru ada sekitar 250 perusahaan yang memproduksi software. Angka itu katanya masih cukup kecil dibanding kebutuhan sehingga jumlahnya masih akan terus ditingkatkan. ‘’Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan industri software dan memungkinkan kita secara nasional berpartisipasi dalam industri ponsel,’’ tegas Rodjih.

Menjawab pertanyaan dikatakan, saat ini terdapat 25 merek HP yang dirakit di Indonesia oleh 17 perusahaan dengan lokal konten 20 persen. Kondisi ini katanya sudah merupakan kemajuan sebab hingga 2013, seratus persen HP yang dipasarkan di Indonesia merupakan barang impor dalam keadaan utuh.

‘’Tapi sejak 2013 hingga sekarang secara bertahap HP impor utuh semakin berkurang dimana  25 merek diantaranya sudah dirakit di Indonesia,’’ jelasnya.

Namun diakui oleh Rodjih, hambatan Indonesia mengembangkan industri ponsel, karena sebagian besar komponennya masih harus diimpor. (sabar)

CATEGORIES
TAGS