Bahan Baku Kopi Semakin Sulit Ditemukan
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerhati industri dan pertanian kopi, Gani Silaban menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak mendukung petani kopi mengembangkan kegiatannya.
Kepada tubasmedi.com melalui telepon seluler Jumat, Gani yang expert di bidang perkopian ini menyebut, pemerintah sudah sejak lama tidak lagi mendukung pertumbuhan industri kopi di dalam negeri, khusunya di wilayah Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dan sekitarnya.
Entah apa yang jadi alasan pemerintah, lanjut Gani, pemeritah megubah arah pengembangan pertanian menjadi jagung dan meninggalkan kopi.kopi.
Tidak ada salahnya kata Gai kendati pemerintah sekarang ini fokus memberi perhatian ke pertanian jagung. Hanya saja harus diingat katanya, bertani jagung umurnya sangat pendek sangati dipanen.
Disebutkan bahwa hampir 80 persen warga Humbang Hasundutan selama ini hidup dengan befrtani kopi dan kegiatan itu sudah dilakoni sejak bertahun-tahun silam.
Atas perubahan fokus pemerintah dari kopi ke jagung, industri pengolah jagung saat ini kesulitan bahan baku untuk digiling sementara permintaan kopi saat ini cukup besar.
Gani menghunjuk betapa menjamurnya kedai-kedai kopi di seluruh Indonesia tak hanya di kota-kota besar, di kota-kota kecil-pun kedai kopi dengan gaya modern hadir begitu pesatnya.
‘’Sayangnya, kami tidak bisa memenuhi permintaan mereka sebab b ahan baku kopi sudah semakin langka,’’ tambanya.
Untuk itu diharapkan kiranya peminpin daerah yang baru nanti bisa mengembalikan kejayaan petani kopi dan seperti biasa pememritah melakukan pendampingan kepada petani kopi kemudian menyediakan bibit kopi serta pupuknya. (sabar)
