UMKM, Tulang Punggung Ekonomi Rakyat Hadapi Ekonomi Global yang Sangat Berat, Butuh Kebijakan yang Tepat

Loading

 

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pelemahan daya beli dan perlambatan ekonomi global menjadi tantangan yang perlu segera direspons sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Penguatan ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan pemerintah, perguruan tinggi, hingga pasar dinilai penting agar UMKM tetap menjadi penopang perekonomian nasional.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan kondisi ekonomi global dan nasional yang masih penuh tantangan perlu direspons dengan kebijakan yang tepat. Terlebih, pelemahan daya beli masyarakat saat ini turut menekan sektor UMKM.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Menghadapi kondisi ekonomi global dan nasional yang cukup berat, perlu dihadapi dengan kehati-hatian dan kebijakan yang tepat,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi daring bertema ‘Tantangan UMKM di Masa Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia’ yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (12/8).

Diskusi yang dimoderatori Tim Ahli Wakil Ketua MPR RI Tantri Moerdopo, itu menghadirkan tiga narasumber, yakni Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI M. Riza Damanik, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muria Kudus, Wawan Shokib Rondli dan Captain Batoo Farm Adventure, Agus Purnomo Wibisono.

Tantangan Utama

Adapun Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo dan Steering Committee Akademi Perempuan Nasdem Eva Kusuma Sundari hadir sebagai penanggap.

Lebih lanjut Lestari, yang akrab disapa Rerie, menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,1-5,4%. Menurutnya, pelemahan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama yang berdampak langsung terhadap sektor UMKM.

Menurutnya, masalah utama saat ini adalah minimnya permintaan pasar, bukan sekadar kurangnya modal kerja. Karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat serta dukungan dari sejumlah pihak untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan sektor UMKM nasional.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Republik Indonesia M. Riza Damanik mengatakan kondisi yang tidak mudah saat ini tidak mungkin dihadapi sendiri oleh sektor UMKM. Tantangan perlambatan ekonomi global dan kondisi perekonomian nasional yang tidak mudah, jelas Riza, merupakan kondisi yang harus dijawab segera. Diakui Riza, pihaknya sudah melakukan berbagai inovasi kebijakan untuk menghadapi tantangan tersebut.

Menurut dia, saat ini tercatat lebih dari 56 juta unit UMKM dengan 96% usaha mikro, 1,7% usaha kecil dan 1,86% usaha menengah. Riza berharap, mampu dibangun data yang terintegrasi sehingga terjadi konsolidasi data sektor UMKM yang bisa dimanfaatkan dalam upaya pengembangan yang lebih baik. (sabar)

 

 

 

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS