Kembalikan TNI Polri ke Tugas Utamanya Bukan Nanam Jagung dan Panen Padi
![]()
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti pembagian tugas TNI dan Polri dalam konteks program pemerintah di sektor pangan.
Ia menekankan bahwa prajurit TNI seharusnya dikembalikan pada fungsi utama pertahanan, sementara Polri berfokus menjaga keamanan.
Ganjar memandang, pelibatan aparat dalam aktivitas seperti menanam, memanen padi atau jagung tidak perlu menjadi prioritas. Menurut dia, persoalan pangan dan pertanian justru bisa menjadi ruang bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
Dijelaskan Ganjar, gagasan tersebut sejak awal diarahkan agar masing-masing institusi kembali menjalankan fungsi utamanya.
“Reformasi saat itu sudah mendorong bahkan dalam tubuh Habib saat itu sebelum dipisah TNI-Polri, saat itu sudah berpikir reformasi saat para pemikir-pemikirnya tentara,” ujar Ganjar, Rabu (12/8/2026).
Ia kemudian mengutip gagasan agar TNI kembali menjalankan fungsi pertahanan. “Dan dia sudah mengatakan apa yang disebut kembalilah ke barak,” ucapnya.
TNI Fokus Pertahanan, Polisi Jaga Keamanan
Ganjar menilai pembagian fungsi tersebut perlu ditegaskan kembali. TNI, kata dia, semestinya berkonsentrasi pada urusan pertahanan negara, sedangkan Polri menjalankan tugas di bidang keamanan.
“Untuk apa? Bergeraklah dalam bidangnya. Apa itu? Pertahanan. Polisi, keamanan,” tegasnya.
Atas dasar itu, Ganjar menuturkan agar kegiatan pertanian seperti menanam padi maupun jagung tidak semestinya menjadi tugas utama aparat.
Gak Perlu !
“Maka dua-duanya gak perlu tanam padi, tanam jagung, gak perlu,” imbuhnya.
Ganjar kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi ketenagakerjaan. Ia menyinggung masih banyak masyarakat yang membutuhkan lapangan pekerjaan.
“Berapa sarjana nganggur hari ini? Kompas sudah memuat, sekarang lapangan kerja dibutuhkan oleh banyak orang,” tukasnya.
Kata Ganjar, pemerintah bisa mengarahkan masyarakat yang belum bekerja untuk mengembangkan sektor pertanian melalui program padat karya.
“Kita ingin maju pada persoalan sebutlah satu pangan,” Ganjar menuturkan.
“Maaf dengan segala hormat, TNI kembalikan pada konsentrasi fungsi ketentaraan. Polisi pada fungsi keamanan,” tambahnya.
Ia kemudian mempertanyakan alasan masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan tidak diberikan kesempatan mengelola sektor pertanian.
“Yang nganggur, belum kerja, kenapa tidak disuruh mengelola pertanian? Yang nganggur dengan padat karya,” jelasnya.
Ganjar juga menyinggung anggapan bahwa prajurit akan kehilangan aktivitas ketika tidak terjadi perang.
Baginya, kesiapan pertahanan justru membutuhkan latihan dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. (sabar)


