Perbedaan Nyeri Haid Normal dan Nyeri dengan Gangguan

Loading

index
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Bebarapa kaum wanita menangkap bahwa masa haid atau menstruasi merupakan masa yang menyiksa karena adanya rasa nyeri yang tidak dapat dielakkan saat tamu bulanan datang. Rasa nyeri yang timbul pada masa haid sebenarnya merupakan hal yang wajar-wajar saja. Namun, ada kalanya nyeri tersebut merupakan gejala adanya gangguan penyakit.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit MRCCC Siloam Jakarta, dr.Adiansjah Dara, Sp.OG di Gedung Balai Kartini, Jakarta pada Rabu (22/4), mengatakan nyeri haid timbul akibat kontraksi otot-otot rahim. Kadar nyeri yang ditimbulkan bisa sangat ringan sampai berat.

Menurut Dara, kadang kala nyeri yang dirasakan bukan hanya di bagian perut saja, tapi juga bokong, paha, bahkan lutut terasa gemetar. Sebagian perempuan mengalami nyeri haid hebat, mual, muntah, bahkan sampai pingsan karena nyerinya tak tertahankan. Nyeri haid atau istilah medisnya disebut dismenorea, dibagi dalam dua jenis, yakni primer dan sekunder.

“Nyeri haid primer disebabkan karena faktor rahim atau ketidakseimbangan steroid seks ovarium. Jadi tidak ada kelainan dalam hal ini.” ujar Dara.
Untuk dismenorea sekunder, lanjut Dara, itu terjadi akibat adanya kelainan organik dalam pelvis, bisa karena kista ovarium, endometriosis, infeksi menular seksual, radang panggul, mioma, atau penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).

Selain USG, perlu dilakukan laparoskopi dan pemeriksaan laboratorium agar dapat mengetahui penyebab nyeri haid sekunder. Menurut Dara, salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian pil kontrasepsi untuk meminimalkan ovulasi. Jadi, pasien akan tetap haid, tapi nyerinya jauh berkurang.(welda)

CATEGORIES
TAGS