Paket Murah di Rumah Makan Cak Wandi

Loading

Rumah Makan Cak Wandi

Cak Wandi di Kios miliknya

CUKUP banyak pengunjung yang berwisata ke Taman Mini Indonesia (TMII) bersama keluarga, membawa makanan dari rumah dengan alasan menghemat biaya. Alasan yang disimpulkan itu ada benarnya. Sebab para pedagang yang tidak membutuhkan pelanggan ini senantiasa menggunakan manajemen “sekali tembak” lalu meraih laba yang cukup lumayan dari harga yang disodorkan.

Khususnya pada hari libur sekolah dan hari Minggu, kapasitas pengunjung selalu meningkat. Pengamatan Tubas para pedagang senantiasa mematok dengan harga yang cukup mahal. “Maklum saya harus bayar pajak dan bayar listrik,” ujar Sayitno pemilik salah satu warung makanan di TMII.

Namun, terdapat salah satu di antara penyaji makanan yang tersebar di TMII yang sangat diminati pengunjung. Pengunjung tidak perlu bersusah payah karena pemilik rumah makan itu menyajikan makanan paket hemat (Pahe). Hanya dengan harga Rp 10 ribu pengunjung bisa memilih sajian bebek kremes atau ayam kremes komplit dengan minumannya.

Pria asal Sidoarja, semulanya bekerja sebagai koki pada tahun 1982 di restoran Hotel Patra Jasa dan pernah pula jadi koki di Club Dragon di Surabaya juga merangkap sebagai bartender. Masakan Wandi bercitra rasa masakan Eropa. Selain makanan tradisional Wandi juga menguasai masakan berbagai jenis makanan internasinonal. Atas dasar sarat pengalaman itulah membuat Wandi membuka usaha sendiri sejak 2004 di Pintu Dua TMII, di samping usaha catering untuk acara resepsi di kantor pemesan.

“Masih ada aja yah yang murah di tempat rekreasi ini. Biasanya kan mahal kalau tempat seperti ini, terus tidak menjamin rasanya. Kira-kira pemiliknya rugi tidak ya dia menjual pahe ini. Selain murah, masakannya enak, bebeknya empuk dan tidak amis lagi,” ujar Sutikno usai bersantap bersama isteri dan tiga anaknya menanggapi Tubas. (audy)

TAGS

COMMENTS