Order Tas Kulit Ukiran Mulai Mengalir

Loading

TANGGULANGIN, (tubasmedia.com) – Permintaan buyers dari Italia, Turki dan Jepang akan tas kulit ukiran mulai mengalir setelah hampir dua tahun ini terhenti akibat pandemi.

“Order telah mulai berdatangan,’’ kata pengrajin tas kulit ukiran, Makhbub Junaedi kepada tubasmedia.com yang berkunjung ke lokasi industri dan toko khusus tas kulit ukiran di Tanggulangin, Sidoardjo, kemarin.

Selama ini kata Makhbub, tas ukir produknya dengan merek dagang Morfby sudah cukup dikenal di beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor seperti Nederland, Belgia dan Eropa.

Namun dia sebut, produk China adalah merupakan pesaing produk Indonesia, walau mutu dan desain China katanya, berada jauh di bawah produk Indonesia.

‘’China memang sangat pintar menjiplak, baik meniru model maupun pewarnaan, mereka sangat ahli. Tapi kalau mutu, China tetap berada di bawah Indonesia,’’ jelasnya.

Kendati penjiplakan China dilakukan secara jor-joran, kata Makhbub, kita tidak perlu khawatir sebab pada akhirnya masing-masing konsumen akan jatuh hati kepada produk yang berkwalitas tinggi.

Masa pemakaian produk China katanya paling lama 3 sampai 4 bulan sudah hancur sementara produk Indonesia, sampai pemiliknya bosan memakainya, tas ukir dari Tanggulangin tidak bakal rusak.

Ditanya mengenai proses pembuatan tas ukir, dikatakan unsur seninya sangat tinggi. Bahkan waktu yang diperlukan untuk mengukir harus disesuaikan dengan selera pengukirnya.

Biasanya kata Makhbub, saat-saat pengukiran dilakukan adalah pagi-pagi sekali sebelum orang-orang bangun sebab saat mengukir dibutuhkan suasana tenang dan nyaman serta tidak ribut. ‘’Kalau boleh jangan sampai ada suara yang mengganggu,’’ katanya.

Di akhir obrolan dikatakan bahwa para pelaku industri kecil seperti dirinya masih sangat butuh bantuan dari pemerintah khususnya menyangkut regulasi.

‘’Sebaiknya pemerintah berpihaklah seutuhnya kepada industri dan jangan hanya dijadikan obyek dari beberapa kepentingan kelompok tertentu. Kami melihat, kebijakan demi kebijakan belum seutuhnya memihak kepada IKM,’’ katanya. (sabar)

 

 

 

 

CATEGORIES
TAGS