OJK, Asbanda dan Kemendagri Jalankan Program Transformasi BPD

Loading

ojk

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Otoritas Jasa Keuangan bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Kementerian Dalam Negeri bergabung menjalankan Program Transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menjadikan BPD, bank yang berdayasaing, tumbuh kuat dan berperan dalam perekonomian di daerahnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menjelaskan bahwa BPD perlu bertransformasi karena terdapat beberapa permasalahan mendasar yang perlu dibenahi secara struktural.

Muliaman menyebut beberapa permasalahan yang perlu dibenahi antara lain kontribusi BPD terhadap pembangunan daerah yang masih rendah. Hal ini tercermin dari relatif kecilnya pangsa kredit produktif yakni baru mencapai 26%.

Malasalah lain adalah tata kelola BPD, sumber daya manusia, manajemen risiko dan infrastruktur yang belum memadai yang memicu peningkatan kredit bermasalah segmen produktif. Daya saing BPD masih rendah karena produk dan mutu pelayanan belum memadai.

“BPD perlu bertransformasi untuk membenahi kelemahan struktural tersebut dan memperkuat fondasi organisasi agar mampu tumbuh dan bersaing sehingga lebih berperan dalam perekonomian daerah ke depan. OJK akan terus mengawal dan mengawasi agar program ini bisa terwujud nyata,” kata Muliaman, Rabu (27/5/15).

OJK dan ASBANDA telah menyusun kerangka Program Transformasi BPD yang holistik dan seimbang antara aspek bisnis, risiko dan pendukung (fondasi).

Visi Program Transformasi BPD adalah menjadi bank yang berdaya saing tinggi dan kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Melalui Program Transformasi dimaksud, diharapkan BPD akan menjadi pemimpin di daerahnya dan sebagai grup bank terbesar, terbaik dan terkuat di industri perbankan nasional.

Terdapat tiga sasaran dari Program Transformasi BPD tersebut yakni meningkatnya daya saing (kompetitif), menguatnya ketahanan kelembagaan dan meningkatnya kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Untuk mencapai ketiga sasaran tersebut, terdapat enam strategi yang akan ditempuh untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis dan risiko yakni mencakup pengembangan produk, pengelolaan layanan, pengembangan pemasaran, pengelolaan jaringan, pengelolaan portofolio, dan penguatan likuiditas dan permodalan.

Keenam strategi tersebut akan dikembangkan, dikoordinasikan dan disinergikan oleh Strategic Group BPD sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas pengelolaan bisnis dan risiko baik di level Grup maupun di masing-masing BPD.

“Dengan pembentukan Strategic Group BPD masing-masing BPD tetap independen, namun bersinergi dalam pengembangan dan platform (systems) operasi bisnisnya,” imbuh Muliaman.

Untuk implementasi Program Transformasi BPD, ASBANDA telah membentuk lima Workstream Transformasi yakni, Strategic Group BPD, Pengembangan Sumberdaya Manusia, Pengembangan Produk dan Pelayanan, Penguatan Corporate Governance dan Manajemen Risiko dan Pengembangan Tehnologi dan Sistem Informasi.

Workstreams Transformasi BPD akan menyusun pedoman (blueprint) serta rencana implementasi untuk masing-masing bidang.

Implementasi Program Transformasi BPD didukung dengan kerjasama dan koordinasi dari semua pemangku kepentingan terutama Pemda, ASBANDA, OJK, Kementerian Dalam Negeri dan DPRD.

Untuk itu akan dilakukan program komunikasi yang intensif oleh OJK, Kementerian Dalam Negeri dan ASBANDA kepada seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran, komitmen dan dukungan mereka terhadap Program Transformasi BPD tersebut. (angga)

CATEGORIES
TAGS