Minim, Anggaran Restrukturisasi Mesin IKM

Loading

Laporan: Redaksi

ilustrasi

Direktur IKM Wilayah I, Direktorat Industri Kecil dan Menengah, Emil Panjaitan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Direktur IKM Wilayah I, Direktorat Industri Kecil dan Menengah, Emil Panjaitan mengeluhkan minimnya anggaran yang dialokasikan merestrukturisasi mesin-mesin sektor IKM. Agar program restrukturisasi mesin bisa terlaksana dengan sempurna, dana yang disiapkan Rp 2 miliar jelas tidak cukup dan seharusnya ditambah menjadi paling sedikit Rp 7 miliar.

Hal itu dikatakan Emil Panjaitan kepada tubasmedia.com di ruang kerjanya, kemarin. Dasar hitungan hingga mencapai angka Rp 7 miliar, lanjutnya adalah, pihaknya harus melayani tidak kurangdari 14 propinsi atau 200 kabupaten dan kota yang masuk dalam Wilayah I.

Dan jika untuk satu propinsi saja digelontorkan dana Rp 500 juta setiap tahun untuk membantu restrukturisasi mesin, dana yang dibutuhkan minimal Rp 7 miliar. ‘’Kami pikir demikian dan jika memang ingin membantu IKM, bantulah secara serius dan jangan tanggung-tanggung,’’ tegasnya.

Diakui oleh Emil bahwa hampir 90 persen mesin olahan, baik tenun, garmen, logam dan makanan minuman yang dioperasikan kalangan pengusaha kecil dan menengah, sudah berada pada usia yang sangat tua dan tidak layak lagi untuk dioperasikan.

Memperbaiki mesin-mesin tersebut lanjutnya, tidak ada cara lain selain meremajakan, mengganti mesin yang usianya sudah tua dengan mesin-mesin yang baru sehingga kapasitas produksi sektor IKM bisa maksimal dan kehadiran mereka di kancah persaingan yang semakin ketat, bisa menggembirakan.

Restrukturisasi mesin-mesin tersebut lanjut Emil teramat penting dilakukan untuk mendorong semangat para pelaku IKM agar lebih bergairah mengelola unit-unit usaha mereka. Secara tekni juga program ini dimaksudkan untuk memabntu perusahaan IKM melakukan peremajaan mesin atau peralatan dalam peningkatan teknologi, efisiensi dan produktifitas untuk meningkatkan daya saing.

Program ini diharapkan juga dapat meningkatkan investasi pada sektor IKM secara nasional sekitar Rp 40 miliar untuk tahun 2014 sehingga terjadi peningkatan efisiensi produksi, produktifitas, kualitas, daya saing dan ragam produksi serta peningkatan kesempatan kerja. (sabar)

CATEGORIES
TAGS