Menperin Tawarkan Investor Qatar Kerja Sama di Industri Maritim

Loading

3

MEMOTONG KUE – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar serta para tamu undangan VIP memotong kue tart sebagai simbolis Perayaan Hari Nasional Qatar di Jakarta, 14 Desember 2016. Kemitraan Indonesia-Qatar semakin erat sejak dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1976.-tubasmedia.com/ist

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menawarkan kepada para investor Qatar untuk meningkatkan kerja sama ekonomi melalui penanaman modal di Indonesia pada sektor industri kemaritiman.

Hal ini sejalan dengan cita-cita pemerintah di era kepemimpinan Jokowi untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia untuk menjamin konektivitas antar pulaunya melalui pengembangan industri perkapalan serta perikanan,” kata Airlangga mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada acara Perayaan Hari Nasional Qatar di Jakarta, Rabu malam (14/12).

Menperin menjelaskan, Qatar merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia di berbagai sektor, antara lain industri telekomunikasi, perbankan, dan ritel.

“Dalam lima tahun terakhir ini, tercatat total perdagangan Indonesia dan Qatar mengalami peningkatan rata-rata 3,87 persen,” ungkapnya.

Pada tahun 2011, total perdagangan kedua negara mencapai USD 683 juta dan meningkat menjadi USD 828 juta hingga September 2016. “Karena kedua negara memiliki produk-produk yang komplementer, kami percaya perdagangan Indonesia dan Negara Qatar dapat ditingkatkan lagi,” tutur Airlangga.

Apalagi, menurutnya, kemitraan Indonesia-Qatar semakin erat sejak dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1976. “Selama 40 tahun ini, hubungan kedua negara dipersatukan oleh nilai-nilai Islam yang mengedepankan hubungan persaudaraan dan saling membantu demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Hubungan bilateral yang telah erat, lebih diperkuat dengan adanya kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Qatar pada September 2015. Sejumlah capaian penting yang disepakati dari kunjungan tersebut, di antaranya kerja sama di bidang politik, ekonomi dan hubungan kedua bangsa. Salah satunya adalah penandatanganan Perjanjian Bebas Visa RI-Qatar, yang mulai berlaku Desember 2016.(ril/sabar)

 

CATEGORIES
TAGS