Kasus Korupsi Terbanyak di Dunia Pendidikan
![]()
Laporan: Redaksi

ilustrasi
PURBALINGGA, (tubasmedia.com) – Kasus korupsi di Kabupaten Purbalingga paling banyak terjadi di dunia pendidikan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, saat workshop pemberantasan korupsi yang diikuti oleh para kepala sekolah, Senin (25/11). “Dewasa ini, kasus korupsi di Kabupaten Purbalingga yang terungkap, terbanyak dari dunia pendidikan,” katanya.
Menurut Tri Gunawan di dunia pendidikan berpotensi besar terjadi korupsi karena sumber daya manusianya merupakan yang terbanyak. Selain itu, anggaran yang dikelola dunia pendidikan juga sangat besar. Secara global dipatok 20 persen dari APBN. Bahkan di Purbalingga telah mencapai lebih dari 20 persen.
Tri Gunawan berharap melalui workshop para kepala sekolah menjadi lebih paham dan waspada terhadap berbagai peluang terjadinya tindak pidana korupsi. Harapanya, pemberantasan korupsi di Purbalingga menjadi komitmen bersama di semua lini.
Menurut Jaksa Fungsional Seksi Intelejen pada Kejaksaan Negeri Purbalingga, Enggar Dian Ruhuri, korupsi bisa muncul karena kesalahan administrasi. Misalnya, seorang pejabat yang ikut menandatangani anggaran dan ada orang yang diuntungkan karena kesalahan administrasi, maka yang bertandatangan itu akan terbawa korupsi. Meski sebenarnya, yang tanda tangan itu tidak ikut menikmati uangnya.
Dian menjelaskan selain tipikor ada juga persoalan gratifikasi atau memberikan hadiah kepada pejabat negara. Misalnya saat seorang pejabat menerima sumbangan pada acara pernikahan atau lainnya, dengan nilai sumbangan lebih dari Rp 1 juta. “Bila pejabat itu menerima amplop Rp 5 juta yang Rp 4 juta harus dikembalikan. Jika tidak dikembalikan, bisa dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai gratifikasi,” jelasnya. (joko suharyanto)
