Industri Kimia Nasional Tembus ke Pasar Eurasia Lewat INNOPROM 2026

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Di tengah meningkatnya kebutuhan akan kolaborasi industri global, Indonesia membawa potensi industri kimia dan farmasi nasional ke panggung INNOPROM 2026, pameran industri terbesar di kawasan Eurasia.

Sebagai Ofifiicial Partner Country, Indonesia menghadirkan enam pelaku industri yang mencerminkan kekuatan rantai nilai sektor kimia nasional, mulai dari bahan kimia spesial, pupuk, kaca industri, kemasan fleksibel, keramik, hingga daur ulang plastik.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari strategi memperluas pasar ekspor, menarik investasi, serta membangun kemitraan industri yang berkelanjutan dengan Rusia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri kimia dan farmasi merupakan salah satu sektor strategis yang terus diperkuat karena memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus mendukung kemandirian industri nasional.

“Indonesia memiliki potensi besar di sektor kimia dan farmasi yang didukung oleh ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi yang terus berkembang, serta pasar domestik yang kuat. Melalui INNOPROM 2026, kami ingin memperluas jejaring kemitraan global, menarik investasi dan membuka peluang kolaborasi industri yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis        (9/7).

Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) pun menunjukkan tren yang terus menguat. Pada triwulan pertama tahun 2026, sektor ini tumbuh sebesar 4,96 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan pertama tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 3,34 persen.

Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat sebesar 3,88 persen, dengan subsektor industri barang galian bukan logam menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 9,12 persen.

Dari sisi perdagangan internasional, ekspor IKFT selama Januari-Maret 2026 mencapai USD 13,23 miliar meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD 12,77 miliar. Nilai terbesar berasal dari subsektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia yang menyumbang ekspor sebesar USD5,97 miliar.

Sementara itu, realisasi investasi sektor IKFT pada Januari–Maret 2026 mencapai Rp47,20 triliun, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp45,57 triliun. (sabar)

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS