Hidup Manusia Itu Berindustri

Loading

Oleh: Fauzi Azis

ilustrasi

ilustrasi

MANUSIA sebagai mahluk ciptaan Tuhan adalah sebagai khalifah untuk membuat bumi seisinya menjadi bermanfaat bagi kehidupan seluruh umat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Sumber daya alam yang ada di sekitar kita harus diolah sebagai sumber penghidupan.

Inilah hakekat yang harus difahami manusia bahwa hidup manusia harus berindustri. Hidup berindustri tidak berarti harus membuat pabrik. Namun dengan kekuatan nalar dan nuraninya manusia diharapkan dapat berproses membangun dirinya agar mampu mengubah nasib menjadi manusia yang berguna. Singkong, jagung, kedelai yang ada di sekitar pekarangan rumah diolah sebagai sumber penghidupan.

Karena itu, mereka berhak mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang baik agar kapasitas dirinya sebagai bagian dari masyarakat industri berkembang. Tujuannya agar manusia dapat hidup mandiri tidak bergantung pada manusia lain. Mereka diharapkan mampu mengkapitalisasi dirinya sebagai aset dan menciptakan nilai tambah bagi kehidupannya.

Hakekat dari prinsip bahwa manusia hidup itu berindustri adalah agar mereka mampu memberi pekerjaan kepada orang lain, bukan menjadi pencari pekerjaan dan ketika kesempatannya menjadi terbatas, secara potensial mereka akhirnya menjadi pengangguran. Falsafah bahwa manusia hidup harus berindustri dilatarbelakangi ajaran Tuhan bahwa yang bisa mengubah nasib manusia adalah manusianya itu sendiri.

Oleh sebab itu, peran pemerintah menjadi sangat penting memberdayakan rakyat agar siap menjadi manusia yang mampu berindustri. Atau meningkatkan nilai tambah bagi dirinya sehingga berguna untuk kepentingan nusa dan bangsa. Tanggungjawab pemerintah dengan sistem politik yang dikembangkan harus menjadi sumber pendorong agar hidup itu berindustri dapat terfasilitasi dengan efektif.

Pemerintah yang pro rakyat adalah pemerintah yang secara sistemik mempersiapkan seluruh rakyat agar hidupnya bisa berindustri, apapun jalan hidup yang akan dilaluinya.Yang demikian ini adalah wajib dilaksanakan penguasa sebagai bagian dari kebijakan dan kebijaksanaan untuk mensejahterakan rakyat.

Inilah nasionalisasi yang sejatinya berdasarkan kebutuhan bangsa untuk menjadi maju, mandiri dan mampu bersaing dengan bangsa lain. Patriotismenya akan muncul dengan sendirinya manakala rakyat Indonesia telah mampu hidup berindustri. Sence of belonging akan terbentuk karena rakyat pasti akan berterima kasih kepada negara akibat mereka merasa dimanusiakan oleh sistem yang membuat dirinya menjadi berkekuatan untuk tumbuh dan berkembang.

Indonesia yang kuat, maju, mandiri dan bersaing adalah jika rakyat Indonesia secara keseluruhan hidupnya selalu berindustri dalam konsepnya yang universal, yaitu mampu menciptakan nilai tambah bagi kehidupannya di tengah masyarakat, termasuk dalam lingkungan masyarakat internasional.

Midle income trap tidak akan melanda Indonesia karena bonus demografinya dapat diefektifkan untuk kepentingan yang bersifat produktif. Menghadapi globalisasi atau regionalisasi di bidang apapun, masyarakat Indonesia akan selalu siap karena rakyatnya selalu disiapkan secara by design melalui sistem yang baik di bidang pendidikan dan pelatihan. ***

CATEGORIES
NEWER POST
OLDER POST