Cegah Kehilangan Pasar, Tarif 1.700 Komoditas Impor AS dari Indonesia akan Dipangkas
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Demi mengejar tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) seiring dengan makin dekatnya tenggat waktu pemberlakuan tarif resiprokal, Pemerintah RI telah mengajukan beberapa tawaran, di antaranya rencana memangkas tarif hingga mendekati nol terhadap lebih dari 1.700 komoditas atau hampir 70% dari total impor AS.
Komoditas yang diminta AS mencakup di beberapa sektor utama, seperti elektronik, mesin, bahan kimia, layanan kesehatan, baja, pertanian dan otomotif. Termasuk di dalamnya adalah penawaran kepada AS di mana Pemerintah RI akan membolehkan penyedia layanan pembayaran dari AS masuk ke sistem pembayaran lokal.
Hal itu disebutkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto pada Jumat (4/7/2025), di Jakarta
Namun belum diuraikan secara lebih terperinci apa saja 1.700 komoditas juga berapa persis tarif yang diajukan pada AS, termasuk bagaimana penyedia layanan pembayaran dari Amerika akan masuk ke sistem pembayaran lokal.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi saat dikonfirmasi belum mau berkomentar terkait kesepakatan tersebut. Katanya, pemerintah patuh terhadap NDA (Non-Disclosure Agreement) atau perjanjian kerahasiaan.
Sebagaimana diketahui, Menko Airlangga, dalam pernyataan yang dirilis mengatakan Indonesia berkomitmen menerapkan tarif mendekati nol terhadap lebih dari 1.700 komoditas. Angka ini hampir mencakup 70% dari total impor AS.
Meski begitu, Airlangga menekankan pihaknya masih menunggu untuk keputusan akhir dari Presiden Donal Trump sebelum tarif yang lebih tinggi diberlakukan pada 9 Juli mendatang.
Di sektor mineral kritis, Indonesia akan melakukan akses preferensial, peningkatan pengawasan, hingga inisiatif bersama untuk memastikan sumber yang aman dan transparan bagi industri-industri utama AS.
Langkah-langkah tersebut bisa mempermudah perusahaan AS untuk menghindari pembelian dari perusahaan logam yang didukung China di Indonesia, yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia—komponen kunci untuk baterai.
Kemudian, Indonesia juga berniat meningkatkan impor gas dan produk pertanian dari AS. Lalu, RI juga menjanjikan akan memperluas pengadaan peralatan militer AS dan menerapkan perlakuan adil bagi perusahaan asal Negeri Paman Sam melalui pelonggaran aturan wajib komponen lokal.
Bukan hanya itu, Pemerintah RI juga akan memberikan penguatan terhadap perlindungan kekayaan intelektual serta membolehkan penyedia layanan pembayaran dari AS masuk ke sistem pembayaran lokal. (sabar)
