Buku dan Tabungan, Ladang Bisnis Guru di Ciawi

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

CIAWI, (Tubas) – Niat baik pemerintah dalam rangka mensukseskan program pendidikan di Indonesia wajib belajar 9 tahun, dibuktikan dengan naiknya anggaran pendidikan di RAPBN Th 2011 Rp 266,9 triliun menjadi Rp 286,6 triliun, Untuk tahun 2012 membiayai 31,3 juta siswa SD dan 13,4 juta siswa SMP. Kabupaten Bogor sendiri sudah menaikkan angggaran pendidikan lewat APBD 2012 sebesar Rp 70 miliar.

Bantuan operasional sekolah (BOS) pada tahun 2012 untuk siswa SD sebesar Rp 580.000/siswa/tahun. Namun niat baik pemerintah masih disalah gunakan oleh oknum-oknum guru atau kepala sekolah yang masih tega berbisnis buku dan tabungan demi kepentingan pribadi. Ada oknum guru di SD Negeri 01,02 Ciawi Kabupaten Bogor Jawa Barat, tega memotong tabungan anak didiknya.

Sebagai contoh Elis guru kelas satu, Tati guru kelas dua, Ratih guru kelas tiga, Budi guru kelas empat, Lisna guru kelas empat, Ida guru kelas lima dan Sri guru kelas enam di SDN 02 Ciawi, niatnya sangat bagus mendidik anaknya agar rajin menabung dari uang jajannya. Namun sayangnya, mereka tega memotong 10% dari nilai tabungan anak-anak yang dikumpulkan selama 1 tahun, baru dikembalikan ketika kenaikan kelas.
Tabungan tersebut langsung dipotong oleh guru yang bersangkutan seperti yang diungkapkan oleh BTU kepada tubasmedia.com. Anaknya punya tabungan Rp 400.000, namun yang diberikan hanya Rp.360.000 parahnya lagi oknum-oknum guru, seperti Sri di SDN 02 menjual buku Kupas tuntas ujian nasional kepada siswa-siswa kelas 6 seharga Rp 30.000/ buku. Padahal harga buku ini hanya Rp 14.000,/buku.

SDN 02 Ciawi memasukkan buku LKS (Lembar Kerja Siswa) pandu yang diterbitkan oleh PT Empiris Media Lugas, dimana siswa-siswi dari kelas 1 s/d kelas 6 dengan 10 materi pelajaran meliputi pendidikan Agama Islam, PKN, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Penjaskes, SBK, Bahasa Sunda dengan harga Rp 8.000-,/materi pelajaran. (daryono)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS