Bandrek Aceh Menguasai Kuliner Minuman di Batam
![]()

BATAM, (tubasmedia.com) – Batam, selain mau dijuluki sebagai kota industri, juga dapat disebut sebagai kota wisata kuliner, khususnya di malam hari.
Wartawan tubasmedia.com yang sudah hampir tiga bulan berada di kota yang hanya berjarak lebih kurang 20 kilometer dari Singapura itu, menyaksikan di hampir seluruh pinggiran jalan seputar Kota Batam terdapat kuliner minuman yang khusus disajikan untuk malam hari yakni bandrek khas Aceh.
Pedagang bandrek Aceh itu juga umumnya adalah putra Aceh dan walaupun ada satu dua orang yang bukan berasal dari Aceh, mereka mengaku sebelumnya mereka bekerja sebagai pembantu di warung bandrek khas Aceh.
‘’Dan setelah kami kuasai sedikit ramuannya dan kami memiliki modal kecil, kami coba menguji kemampuan dan mengadu nasib siapa tau nasib bisa berubah. Saya baru dua bulan mencoba mandiri,’’ kata seorang penjaja kuliner bandrek khas Aceh yang mengaku berasal dari Padang Sumatera Utara.

Menurut pantauan tubasmedia.com, para penjaja bandrek Aceh tersebut, umumnya menempati emperan toko sebagai tempat bertenggernya gerobak mereka. Sementara itu kursi dan meja untuk konsumen digelar di pinggiran jalan raya atau menggunakan jalur hijau dan trotoar atau areal pejalan kaki.
Disewa
Seorang penjaja minuman yang khas berbau rempah-rempah itu menjelaskan kalau emperan toko yang mereka gunakan tempat gerobak mengolah bandrek, disewa dari pemilik toko dengan harga bervariasi sekitar Rp 900.000 setiap bulannya sementara areal tempat menggelar meja kursi tidak dipungut bayaran.

Hampir setiap malam penjaja bandrek Aceh tersebut selalu ramai dikunjungi pembeli dan semakin malam semakin ramai pula pengunjungnya.
‘’Umumnya mereka para pekerja pabrik yang baru keluar kerja,’’ jelas seorang pedagang bandrek Aceh.
Para penjaja minuman yang dapat menghangatkan tubuh itu buka sekitar pukul 18.00 dan tutup menjelang subuh.
Selain bandrek, mereka juga menyediakan minuman jamu beragam khasiat yang dicampur dengan bandrek. Jika umumnya pedagang jamu menggunakan air putih hangat untuk menyeduh jamunya, pedagang bandrek, tidak. Mereka menggunakan bandrek sehingga jamu yang diseduh air bandrek dengan ramuan rempah-rempah menjadi double hangatnya.
Bandrek yang dicampur dengan jamu itu, harganya beragam antara Rp 5.000 sampai Rp 36.000/gelas tergantung jamu apa yang menjadi campuran bandrek dimaksud. (sabar)
