Tingkat Inflasi Zona Euro Jatuh Pada Bulan Oktober

Loading

Inflasi Eropa Naik Pesat, AS Masih Melempem

FRANKFURT, (tubasmedia.com) – Tingkat inflasi zona euro turun menjadi 0,3% pada bulan November, dari sebelumnya 0,4% pada bulan Oktober, menunjukkan bahwa deflasi tetap menjadi ancaman bagi blok yang beranggotakan 18 negara tersebut.

Eurostat, yang merupakan lembaga statistik Uni Eropa, mengatakan bahwa tingkat tersebut terjadi karena pergerakan ekonomi ditarik ke bawah oleh harga energi yang lebih rendah.

Bank Sentral Eropa menganggap apa pun yang berada di bawah 1% berada di “zona bahaya” deflasi. Inflase zona euro yang rendah disalahkan sebagai hal yang merusak pertumbuhan ekonomi mereka, yang telah mendorong dilakukannya langkah-langkah stimulus oleh Bank Sentral Eropa (ECB).

Yang menjadi sebuah ketakutan di kalangan pembuat kebijakan adalah bahwa jika deflasi terus terjadi, konsumen dan perusahaan akan menunda pembelian di harga yang diharapkan akan jatuh lebih jauh. Dan hal tersebut menurut beberapa pihak sangat berbahaya.

Inflasi konsumen belum pada tingkat yang mendekati target ECB, tetapi berada di bawah 2% sejak awal tahun 2013 dan puncaknya jatuh pada angka 3% pada akhir 2011.

Eurostat mengatakan harga energi saat ini telah turun sebesar 2,5% dari bulan Oktober dan 1,1% secara tahunan. Inflasi inti dari harga energi dan pangan adalah sebesar 0,7%, tidak berubah sejak dari bulan Oktober lalu.

Awal pekan ini, angka inflasi yang dialami Jerman jatuh ke titik terendah selama hampir lima tahun terakhir.

Secara terpisah, Eurostat mengatakan angka pengangguran di zona euro tetap stabil yaitu sebesar 11,5% pada bulan Oktober, tidak berubah dari bulan September.

Namun, jumlah pengangguran justru meningkat hingga 60.000, yang menjadi lonjakan bulanan terbesar sejak Januari 2013. Di Jerman, tingkat pengangguran pada bulan Oktober turun tipis menjadi 4,9% dari bulan sebelumnya, dan di Perancis juga tidak berubah yaitu sebesar 10,5%.

Tapi di negara dengan ekonomi terbesar ketiga zona euro, Italia, tingkat deflasi tersebut mencapai rekor baru, melompat menjadi 13,2% dari angka revisi 12,9% pada bulan September.

Jonathan Loynes, ekonom Eropa kepala pada Capital Economics, mengatakan inflasi dan data pengangguran “memberikan ECB sebuah dorongan lain untuk mengambil tindakan lebih lanjut serta mendesak untuk menghidupkan kembali pemulihan dan mengatasi ancaman deflasi”. (rizal)

CATEGORIES
TAGS