Pengurus Danantara Umumnya Bekerja Paruh Waktu, Gigin; Ketamakan Memalukan, Kegilaan Termahal dalam Sejarah Indonesia…

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto kembali memberikan komentarnya mengenai Danantara yang telah diluncurkan Presiden Prabowo Subianto belum lama ini.

Dikatakan Gigin, Danantara merupakan salah satu kegilaan termahal dalam sejarah Indonesia. “Hampir seluruh pengurusnya adalah pekerja paruh waktu,” ujar Gigin di X @giginpraginanto (3/3/2025).

Gigin bilang, orang-orang yang menduduki jabatan di Danantara masih sebagai anggota kabinet merangkap pengusaha.

“Ini adalah ketamakan terbuka yang dipertontonkan ke seluruh dunia. Memalukan!,” tandasnya.

Terpisah, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, memberikan peringatan keras terkait keberlanjutan Danantara, perusahaan induk yang menaungi sejumlah BUMN.

“Danantara harus sangat hati-hati,” ujar Said Didu di X @msaid_didu (25/2/2025).

Ia menegaskan bahwa jika Danantara gagal mendapatkan kepercayaan publik dan investor, dampaknya bisa sangat serius bagi perekonomian Indonesia.

“Jika gagal dapatkan kepercayaan publik dan investor maka seluruh BUMN akan tamat dan ekonomi Indonesia akan ambruk,” tukasnya.

Said Didu mengingatkan bahwa kegagalan Danantara bukan hanya berdampak pada BUMN semata, tetapi juga bisa memicu krisis yang tidak terkendali.

“Bahkan bisa terjadi sesuatu yg tdk terkendali. Mari semua waspada,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah resmi mengumumkan struktur organisasi Danantara, lembaga pengelola dana investasi negara yang bertujuan memperkuat ekonomi nasional.

Susunan kepemimpinan Danantara diisi oleh sejumlah tokoh berpengaruh di Indonesia, termasuk para pejabat pemerintahan dan profesional di bidang ekonomi serta investasi.

Sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara langsung berada di posisi tertinggi dalam struktur organisasi Danantara Indonesia.

Lembaga ini diharapkan menjadi pilar strategis dalam pengelolaan investasi nasional dan penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Dewan Pengawas Danantara diketuai oleh Erick Thohir, Menteri BUMN yang telah berpengalaman dalam mengelola sektor bisnis dan investasi.

Ia didampingi oleh Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua dan Sri Mulyani sebagai anggota.

Di dalam jajaran Dewan Penasihat, dua tokoh penting Indonesia turut serta, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi.

Keduanya merupakan mantan Presiden RI yang dinilai memiliki pengalaman dan wawasan dalam kebijakan ekonomi nasional.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana, Danantara juga diawasi oleh beberapa lembaga pengawas negara.

Di antaranya, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kejaksaan Agung, hingga PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

Di jajaran direksi, sejumlah figur profesional ditunjuk untuk menjalankan operasional Danantara. Di antaranya Rosan Roeslani sebagai Chief Executive Officer (CEO), Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO), dan Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO).

Keberadaan Pandu Sjahrir sebagai bagian dari direksi Danantara sempat menuai perbincangan, mengingat ia merupakan keponakan dari Luhut Binsar Pandjaitan, salah satu tokoh berpengaruh di pemerintahan.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa penunjukan direksi telah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kompetensi dan pengalaman di bidang investasi.(sabar)

CATEGORIES
TAGS