OKI Masih Kekurangan 376 Tenaga Kesehatan
![]()

RSUD Kayuagung
OKI, (tubasmedia.com) – Selama ini masyarakat kesulitan mendapat penanganan medis dari seorang dokter setiap hari Sabtu, karena umumnya para dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung tidak masuk kerja lagi pada hari itu. Sehingga, bila ada pasien gawat yang masuk RSUD, tidak langsung ditangani oleh dokter, melainkan perawat saja.
Nah, kali ini, peraturan baru mulai dilaksanakan, di mana para dokter harus enam hari kerja. Artinya, hari Sabtu para dokter minimal harus ada jangan sampai tidak ada dokter sama sekali seperti sebelumnya.
“Kita sudah buat surat perjanjian dengan para dokter di atas materai,” kata Direktur RSUD Kayuagung, dr Linda Sofriyanti, belum lama ini.
Menurut wanita dokter yang baru seminggu menjabat sebagai direktur di rumah sakit umum daerah itu, aturan ini diterapkan demi meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien.
“Dan aturan ini sudah berjalan waktu dipimpin dokter Fikram, sehingga kebijakan yang positif ini mesti dilanjutkan di kepemimpinan saya,” ungkapnya.
Dikatakan oleh Linda yang sudah mengabdi selama 11 tahun di Kabupaten OKI, saat ini kendala yang dihadapi rumah sakit, yakni masih kekurangan tenaga dokter.
“Kita masih kekurangan dokter, baik dokter umum, maupun spesialis,” katanya. Menurut dia, untuk RSUD tipe C, minimal harus memiliki dua dokter untuk masing-masing spesialis.
“Saat ini untuk dokter spesialis anak baru 1, seharusnya 2, kemudian spesialis saraf, kulit, THT, rotgen, radiologi, semuanya masih kurang, hanya spesialis mata dan penyakit dalam yang sudah cukup,” katanya.
Begitu juga untuk dokter umum, masih kurang sekitar 5 dokter lagi. Sekarang RSUD Kayuagung baru memiliki 6 dokter umum. “Seharusnya untuk dokter umum kita harus punya 11 dokter umum, tetapi hal itu tidak mengganggu pelayanan pasien di RSUD Kayuagung, karena saat ini ada bantuan dokter dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” jelasnya.
Beberapa dokter yang diperbantukan dari Kemenkes ini, kata dr Linda, sangat membantu pelayanan pasien di RSUD Kayuagung. “Dengan adanya bantuan dokter ini sangat membantu kami, ini sudah berjalan selama tiga tahun, meski mereka setiap tahun diganti dengan dokter baru. Kita juga memberikan jasa medis kepada mereka, supaya semangat bekerja,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H M Lubis, SKM MKes, mengatakan, tidak haya RSUD Kayuagung yang kekurangan dokter, tetapi Kabupaten OKI masih kekurangan tenaga kesehatan sebanyak 376 tenaga.
“Kita memang kekurangan sekitar 376 tenaga kesehatan, mulai dari bidan, medis dan tenaga dokter. Hal itu sudah kita usulkan ke BKD dalam kuota penerimaan CPNS tahun ini,” kata Lubis. (darman)
