Mudik, Tradisi Maut Mengintai
![]()
Laporan : Redaksi

BERSEPEDA MOTOR - Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua anak yang masih kecil bertumpuk di atas sepeda motor untuk mudik merayakan lebaran. Teramat berbahaya. (tubas/mamay).
BANJAR, (Tubas) – Budaya mudik ke kampung halaman saat Lebaran mungkin telah mendarah daging bagi setiap masyarakat muslim seantero Nusantara. Sebab, mudik sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu menyedot perhatian, mulai dari kemacetan, berdesak-desakan hingga menunggu kendaraan berjam-jam.
Kegembiraan serta kesedihan bercampur aduk dan tidak terbendung lagi oleh apa pun. Baik itu soal jarak tempuh, biaya bahkan risiko, bukan halangan untuk menuju kampung halaman tempat sanak saudara berkumpul untuk bersilaturahmi.
Karena agenda tahunan ini dilakukan bersama dan serentak, maka tidak heran jika terkadang ada masalah. Ribuan orang dalam satu tempat bergerombol dan berdesakan, macet dan main serobot menjadi hal paling lumrah ditemui.
Maka tidak heran, ditemukan banyak pelanggaran lalu lintas hingga berujung pada kecelakaan yang fatal. Pelanggaran yang paling banyak ditemui di jalan raya yakni tidak mematuhi peraturan dan kedisiplinan perilaku berlalu lintas.
Akibat perilaku tersebut, kecelakaan kerap mengintai setiap jiwa pemudik dan pengguna jalan raya. Berdasarkan kenyataan itu dan menjelang gelombang arus mudik Lebaran 2011, Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Putut Bayuseno melakukan inspeksi di sepanjang jalur lintas selatan. Pemeriksaan mendadak itu sengaja dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi langsung untuk dijadikan acuan saat pelaksanaan “Operasi Ketupat” nanti.
“Setelah saya periksa langsung, secara umum kondisi jalanan di jalur selatan relatif baik,” kata Irjen Putut Bayuseno di Mapolresta Banjar, Rabu lalu. Hanya saja, kata dia, ada beberapa titik yang mesti mendapatkan perhatian seperti keberadaan pasar tumpah serta kawasan sekitar Nagreg. Khusus untuk wilayah Banjar, menurut dia, relatif tidak ada masalah, selain jalan amblas di daerah Cipadung, Kecamatan Purwaharja. (mamay)
