Mesin Politik Golkar Berpaling ke Jokowi

Loading

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Beredarnya kabar bahwa Prabowo lebih memilih berduet dengan Hatta Radjasa ketimbang dengan ARB dalam Pilpres 9 Juli ini sangat mungkin bisa meraih simpati publik yang hingga kini masih ragu-ragu untuk memilih antara Jokowi atau Prabowo nantinya.

Dalam dua hari terakhir gencar diberitakan bahwa Prabowo akan berpasangan dengan ARB yang rela “turun kasta” untuk menjadi cawapres Prabowo. Reaksi publik yang dapat diamati, khususnya di dunia maya, cenderung negatif. Sebab selain usianya relatif tua, citra ARB selama ini memang negatif, baik sebagai orang Orde Baru maupun karena tersandung skandal Lapindo yang hingga kini tak kunjung selesai.

Atas dasar itu diprediksi jika keduanya jadi maju dalam Pilpres nanti, perolehan suara mereka relatif kecil dan bisa kalah telak dibanding Jokowi dan cawapresnya.

Nah, kalau yang jadi maju adalah Prabowo-Hatta, di mata publik ini lebih menarik ketimbang Prabowo-ARB. Tapi persoalannya, mesin politik Golkar yang tadinya siap mendukung Prabowo bisa-bisa akan berpaling ke Jokowi.

Apalagi ARB tentunya tak bisa menerima begitu saja sikap Prabowo yang dianggap terlalu mudah berpaling. Karena itu ARB akan bersuara mengkritisi Prabowo. Ini jelas merugikan bagi Prabowo. (vs)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS