Kemenangan itu Milik Rakyat

Loading

Oleh: Fauzi Azis

ilustrasi

ilustrasi

HASIL pileg 9 April 2014 dan pilpres 9 Juli 2014 yang akan datang siapapun pemenangnya adalah sebuah kemenangan rakyat Indonesia. Karena itu, bagi mereka yang terpilih tidak perlu merasa besar kepala atas hasil pileg dan pilpres pada tahun ini.

Kedewasaan cara pandang rakyat Indonesia terhadap negeri ini harus bisa diikuti pula oleh kedewasaan dan kematangan berfikir dan bertindak para elit politik yang mendapat kepercayaan memimpin negeri ini untuk sebuah perubahan. Legitimasi politik yang mereka peroleh hakekatnya adalah sebuah bentuk kontrak politik antara rakyat sebagai pemilik kedaulatan dengan para elit politik yang terpilih guna membangun kemakmuran suatu bangsa yang berdaulat.

Oleh sebab itu, bagi siapapun yang terpilih sebagai anggota legislatif maupun sebagai presiden dan wakil presiden wajib membangun komitmen bersama untuk melakukan tindakan yang bersifat produktif mengurus negeri ini dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. Proses politik ketika sudah sampai pada tahap final, kita harapkan kepada mereka yang terpilih segera dapat melakukan konsolidasi politik kebangsaan untuk segera bekerja keras melaksanakan proses manajemen strategik untuk menentukan dan melaksanakan progam yang menjadi prioritas bersama sebagai satu kesatuan untuk memenuhi janji-janji politik ketika masa kampanye.

Banyak pihak yang berkepentingan dengan masa depan negeri ini sebagai bangsa yang besar. Hampir semua negara di dunia memandang Indonesia adalah sebagai mitra strategis dalam banyak bidang. Dalam bidang ekonomi sebagai contoh,Indonesia adalah sebuah negara di kawasan Asia memiliki daya tarik yang besar dalam bidang investasi dan perdagangan,dan karena itu,peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik sebagai bagian langsung dari proses pembentukan kemakmuran suatu bangsa.

Para pemimpin politik yang nanti akan memegang tampuk kekuasaan tidak boleh lupa diri dan keluar dari koridor konstitusi dengan memandang rakyat hanya dengan mata sebelah.Padahal dalam sistem demokrasi yang kita anut,rakyat adalah pemilik kedaulatan yang sah. Mereka bekerja digaji untuk mengkapitalisasi seluruh aset bangsa dan negara yang devidennya harus dibayar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Peran rakyat sebagai pemilik kedaulatan harus makin kuat.Sistem pengawasan semesta dari seluruh rakyat setanah air harus dibangun guna mengawasi kerja-kerja mereka yang kita beri kepercayaan mengurus negeri ini. Kelompok akademisi,cendekiawan,para pelajar dan mahasiswa,serta rakyat pada umumnya mulai tahun ini dan seterusnya sebaiknya harus membentuk kelompok penekan untuk mengawasi kerja para tokoh yang kita beri mandat tanpa harus bersifat anarkis.

Tahun 2015 dan seterusnya adalah periode paling berat yang akan dihadapi oleh bangsa ini mengingat berlakunya perdagangan bebas Asean.Berat karena pekerjaan rumah di dalam negeri yang harus diselesaikan masih cukup banyak. Sementara itu, tekanan eksternal terhadap ekonomi domestik akan makin kuat karena efisiensi ekonomi dalam negeri masih rendah dan berbiaya tinggi.

Oleh sebab itu,tidak ada alternatif lain kecuali para penguasa negeri ini pada periode itu harus dalam posisi consolidated membenahi segala hal yang dinilai sebagai masalah bangsa. Kesuksesan penyelenggaraan pileg dan pilpres tahun 2014 harus dimaknai sebagai tahun kemenangan rakyat Indonesia yang dengan kedewasaannya masih memberikan kepercayaan kepada para pemimpinnya untuk mengurus negeri ini. ***

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS