Jokowi Diminta Tindak Tegas Pasukan Cyber Membahayakan
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Wakil Ketua Komisi DPR, Tantowi Yahya meminta Presiden Joko Widodo dan Polri untuk menindak tegas pasukan cyber yang membuat resah masyarakat di dunia maya. Hal ini karena tindak tanduk pasukan cyber ini sudah meresahkan, merusak demokrasi dan bisa menyebabkan diistegrasi bangsa dengan menggunakan cara-cara yang tidak sehat.
“Polri harus mengambil tindakan tegas karena pasuka cyber yang sudah meresahkan. Tindak tanduk mereka menyebabkan keresahan, merusak demokrasi dan bisa menyebabkan diintegrasi bangsa.Ini membahayakan dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Lebih lanjut Tantowi mengatakan Pasukan cyber ini jelas menjalankan praktek merusak demokrasi dengan cara yang tidak sehat dan intimidatif. Pemerintah seharusnya juga tidak tinggal diam hanya karena pasukan ini selalu membela apapun kepentingan Presiden Jokowi.
“Mereka selalu mengeroyok orang dengan cara-cara yang kasar. Orang yang berpendidikan yang biasa berdikusi sehat pun menjadi malah meladeni mereka, bukan tidak bisa meladeni. Habis maki-maki orang mereka pun membuang sim card mereka.Lama kelamaan demokrasi pun mati dan kebenaran hanya milik pasukan cyber ini karena selalu membenarkan apapun yang dilakukan pemimpin,” bebernya.
Politisi Golkar itu mengatakan apa yang dilakukan oleh pasukan cyber ini sudah masuk terorisme gaya baru. Mereka tidak pernah berani menggunakan akun yang benar dan selalu menggunakan akun anonym yang tidak jelas darimana mereka melakukannya. “Pasukan cyber yang bela Jokowi ini menggunakan akun anonym dan server yang tidak jelas di luar negeri.Mereka berupaya untuk mengendalikan opini. Saya kira tapi Polri sudah memilik data-data para pemainnya seperti Kartika Jumadi. Orang-orang ini tidak bisa dibiarkan,” jelasnya.
Penggunaan akun palsu ini menurut Tantowi sangat jelas terlihat ketika ada berita miring tentang Jokowi di sebuah media online, akan langsung ada ribuan komentar menanggapi sinis berita ini. “Coba saja lihat dan buktikan. Misalnya ada berita negatif, maka yang membaca baru 60 orang tapi yang komentar sudah ribuan.Bagaimana bisa kalau bukan mesin dari pasukan cyber ini yang bekerja,” pungkasnya. (nisa)
