IPW Desak Kapolri Usut Konsorsium 303 yang Kegiatannya, Perjudian, Prostitusi, Penyelundupan Suku Cadang Palsu, Solar Subsidi, Minuman Keras, Hingga Tambang Ilegal

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk mengusut soal dugaan “Konsorsium 303” terkait judi online.

Diketahui, isu Konsorsium 303 itu muncul tak lama setelah kasus kematian ajudan Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, yaitu Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

“Menurut saya Kapolri harus membentuk tim khusus. Tidak cukup hanya (Divpropam yang usut). Ini bisa mati suri kalau begini,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso dalam program Aiman di Kompas TV, Senin (26/9/2022) malam.

Sugeng juga menginginkan agar informasi pengusutan terkait konsorsium judi online itu disampaikan ke publik.

Dalam grafik terkait Konsorsium 303 menyeret nama Ferdy Sambo. Dalam grafik tersebut juga menunjukkan nama dan peran beberapa petinggi Polri hingga sejumlah crazy rich yang diduga terlibat dalam sebuah bisnis ilegal.

Beberapa isu bisnis ilegal yang muncul dalam konsorsium 303, antara lain perjudian, prostitusi, penyelundupan suku cadang palsu, solar subsidi, minuman keras, hingga tambang ilegal.

“Harus disampaikan kepada publik, apakah kapolri sudah memberikan satu surat penyelidikan? Kepada siapa, disampaikan kepada siapa?” kata Sugeng.

Diberitakan sebelumnya, Sugeng Teguh Santoso sempat mengungkapkan laporan keuangan yang diduga dari konsorsium judi yang selama ini dikenal dengan “Konsorsium 303”.

Laporan keuangan itu diungkap dalam bentuk list bantuan untuk keperluan oknum kepolisian di Mabes Polri. Dalam tayangan Aiman di Kompas TV, Senin (26/9/2022), Aiman selaku pembawa acara menyebutkan sederat uang yang diduga disalurkan ke oknum polisi. “Cerutu coklat Rp 21 juta saudara, kemudian ada minuman ‘coklat’, ya maksudnya adalah minuman polisi Rp 37 juta lebih,” kata Aiman baca list tersebut.

Tidak hanya minuman dan cerutu, Aiman juga membacakan list tiket penerbangan pesawat senilai Rp 95 juta untuk oknum polisi maupun kesatuan yang ada di Mabes Polri.

Sugeng lantas menjelaskan bahwa bantuan uang yang diduga berasal dari “konsorsium 303” mulai dari puluhan hingga ratusan juga itu dibagikan kepada sejumlah tim di Mabes Polri.

“Jadi, 1 bulan Oktober itu Rp 21 miliar lebih, bulan November Rp 24 miliar. Jadi rata-rata dana konsorsium ini yang diberikan kepada oknum kepolisian itu Rp 20 miliar lebih 1 bulan,” ucap Aiman.

“Iya, dibagi untuk banyak kegiatan,” kata Sugeng membenarkan.

Aiman juga mempertanyakan keakuratan data soal dugaan aliran uang dari “konsorsium 303” yang dimiliki oleh IPW. Sugeng hanya menegaskan bahwa Polri harus ikut mendalami soal informasi data tersebut.

“Data valid atau tidak, kebenarannya itu kan harus didalami oleh Polri. Bagaimana cara mendalami oleh Polri? Ada waktu yang disebut, ada satuan kerja ataupun pribadi,” kata Sugeng Teguh Santoso.  (sabar)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS